Thursday, 12 July 2018

Sidang Bos PT. Dynamik Overseas, Saksi: Kecelakaan Kerja di PT. ASL Sudah Puluhan kali Terjadi


Saksi Singkat Tarigan.

Dinamika Kepri, Batam -  Dua Terdakwa Direktur Utama (Dirut) dan Komisaris PT. Dynamik Overseas ( PT. DO) Ronald Robert dan Dewi Yulandari dalam kasus kecelakaan kerja di PT. ASL Shipyard pada tahun 2016 lalu, hari ini sidangnya kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam dengan  menghadirkan tiga orang saksi, Kamis (12/7) siang.

Ketiga saksi tersebut mantan pekerja di PT. DO dari berbagai jabatan diantaranya, Billy jabatan Direktur, Singkat Tarigan jabatan Supervisor dan Ias Malem jabatan  pengawas (foreman).

Sidang yang diketuai hakim Dr.Syahlan, SH ini, para saksi tampak seperti ada yang ditutupi, karena selain saksi Billy mengatakan apa yang dialami korban Cristohper itu hanya kecelakaan biasa, saksi Singkat Tarigan dengan Ias Malem saat bersaksi, tampak saling melemparkan tanggung jawabnya masing - masing.

Saksi Billy.
"Waktu itu saya lagi bekerja di sebelahnya. Jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian," kata Singkat.

Sama halnya dengan saksi Ias Malem, juga mengatakan demikian.

"Waktu itu saya juga lagi berkerja mengawasi yang lain. Mengenai korban ada mengatakan tanki kapal ada bau bensin, itu saya tidak tahu, karena sebelum tanki itu dikerjakan oleh Cristohper, Safety dari dari PT. ASL sudah mengizinkannya. Sebelum dikerjakan, Tanki itu juga sudah disirami air," kata Ias Malem.

Ketika ditanya hakim lagi, kenapa tanki kapal itu bisa terbakar, saksi Ias Malem tidak bisa menjawabnya.

Diduga tak mau disalahkan tanggung jawabnya sebagai supervisor atas kejadian itu, saksi Singkat menduga kebakaran itu terjadi karena gas dari pipa kapal.

"Kalau dibilang ada bau bensin, pastinya waktu di saat pengelasan dilakukan, itu langsung terbakar. Inikan tidak. Ada jarak waktunya. Mungkin itu karena gas bocor dari pipa kapal, karena banyak pipa di kapal itu," kata Singkat bersaksi.

Mendengar itu, hakim Syahlan lalu mengingatkan saksi Singkat agar tidak berusaha berbelit-berberlit.

Saksi Ias Malem.
"Baiknya anda jangan berbelit, nanti anda bisa tidak pulang hari ini, mau tak pulang?," tanya hakim ke saksi Singkat.

Dilanjutkan, ketika kedua saksi ditanya oleh Penasehat Hukum (PH) terdakwa tentang sudah berapa kali kecelakaan kerja terjadi di PT. ASL Shipyard itu, kedua saksi menjawab, sudah sering.

"Yang saya ketahui sering, sudah ada puluhan kali," jawab Singkat.

Tak mau lari dari materi perkara, hakim Dr.Syahlan lalu mengingat PH terdakwa agar tidak menanyakan hal-hal yang tidak menyangkut dari pokok perkara pada saksi.

Setelah usai mendengarkan semua keterangan dari ketiga saksi ini, hakim kembali mengurdur sidang, dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 30 Juli 2018.

Dalam perkara ini, kedua terdakwa yang merupakan pasangan suami istri itu juga tidak ditahan.

Terdakwa Ronald Robert Alexzander Mangera dan Dewi Wulandari.
Dalam perkara ini, kedua terdakwa dijerat diancam pidana pasal 360 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara denda Rp 400 juta atau pasal 186 ayat (1) jo Pasal 35 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Atas peristiwa naas itu, kini David Cristohper korban kecelakan kerja tersebut, telah mengalami cacat seumur hidup dengan penuh bekas luka bakar di seluruh tubuhnya.

Ada dugaan, bergulirnya perkara ini hingga ke persidangan, diduga karena adanya sikap pembiaran dari pihak perusahaan PT. Dynamik Overseas terhadap korban.(Ag)