Monday, 23 July 2018

Sebanyak 22 TKI Ilegal Tujuan Malaysia Ditangkap Polairud Polda Kepri


TKI Ilegal diamankan di Mako Polairud Polda Kepri, Sekupang, Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Sebanyak 22 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) tanpa dilengkapi dengan Dokumen (ilegal) ditangkap oleh Kepolisian Perairan dan Udara Polda Kepri di Pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam, demikian disampaikan oleh Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta T. Sik., M.si usai melakukan penangkapan, Minggu (22/7).

Saat ini, para TKI tujuan Malaysia itu dan beserta 1 unit Speed Boat Tanpa Nama bermesin tempel 2 x 200 PK juga telah diamankan di Mako Polairud Polda Kepri di Sekupang, Batam.

Kronologis sebelum penangkapan, pada hari Rabu tanggal 18 Juli 2018 sekira pukul 19.00 Wib, Tim Lidik Satrolda Ditpolairud Polda Kepri yang dipimpin oleh Bripka Tedy Prayitno mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada kegiatan akan memberangkatkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia di sekitar Pantai Teluk Mata Ikan Nongsa Batam.

Dari informasi itu, kemudian Tim Lidik Satrolda menindak lanjuti informasi tersebut, lalu sekira pukul 22.00 Wib Tim Lidik Satrolda melakukan penyergapan di Pantai Teluk Mata Ikan Nongsa Batam, dan ditemukan 1 unit Speed Boat Tanpa Nama dengan bermesin tempel 2 x 200 PK dan mengamankan 2  Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan berangkat ke Malaysia dan 2 orang yang saat itu sedang melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Speed Boat.

Selanjutnya, tim lalu melakukan Pengejaran ke pinggir Pantai Teluk Mata Ikan Nongsa Batam dan menemukan 22 orang TKI di gubuk yang di duga sebagai tempat penampungan sebelum di berangkatkan ke Malaysia.

Dari keterangan Saksi Oki Sapriadi TKI asal Jambi, ia berangkat dari Muara Tungkal menggunakan kapal ferry pada tanggal 18 Juli 2018 menuju Batam dengan cara menghubungi Sumantri yaitu orang yang biasa mengantarkan TKI melalui jalur belakang atau illegal.

Sesaampainya di pelabuhan Sekupang, ia langsung menghubungi saudara Sumantri melalui handphone dan disuruh langsung menuju tempat penampungan di Batu besar Nongsa. 

Sesampainya di tempat penampungan, ia langsung bertemu  sumantri dan menyerahkan ongkos nyeberang ke Malaysia sebesar Rp.2 juta.

Dengan para TKI lainnya, sebanyak 22 orang akan menyeberang ke Malaysia. Lalu Pada pukul 21.00 Wib, mereka lalu dijemput oleh anak buah Sumantri dengan menggunakan mobil avanza menuju pantai teluk mata ikan, Nongsa, kemudian disuruh sembunyi di semak-semak tepi pantai agar tidak terlihat oleh petugas.

Sambil menunggu speed boat datang dan sudah bersiap untuk berangkat, tiba-tiba datang petugas Polairud Polda menangkap meteka semua.

"Dari hasil pemeriksaan para TKI, terindikasi adanya jaringan besar yang memfasilitasi mulai dari tahap penjemputan di bandara, penampungan, mengantar ke pantai sampai dengan mengantar ke Malaysia,"ujar Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta.

"Atas  fakta-fakta tersebut, Ditpolair Polda Kepri akan melakukan pendalaman dan penegakan hokum terhadap para fasilitator TKI illegal agar ke depan tidak terulang kembali," ucapnya mengakhiri.

Atas perbuatannya, para TKI ilegal dijerat pasal pidana sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 jo pasal 69 jo pasal 86 huruf c jo pasal 72  huruf c Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia jo pasal 55 ayat (1) Ke - 1 KUHPidana. (Ril)