Friday, 6 July 2018

RW Kuasa Hukum Shinta Dewi Minta Presiden Jangan Kebanyakan Ngoceh di Media


Ilustrasi.(F/Int)

Dinamika Kepri, Batam - Menanggapi pernyataan Presiden Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Berlian Akhmad Rosano di media terkait hasil laporan Ir. Nurbatias ke Kompolnas yang sebelumnya telah dimuat di beberapa media online di Batam, kuasa hukum Shinta Dewi berinisial WR mengatakan, keberatan jika ia dilibatkan soal hasil dugaan pemalsuan data hasil audit PT. Samudra Rasaki Teknindo (SRT) dan dugaan melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen, penipuan dan penggelapan.

"Saya keberatan jika saudara Akhmad Rosano melibatkan saya soal hasil audit perusahaan SRT itu. Saya kuasa hukumnya Shinta Dewi dalam perkara KDRT, bukan mengurusi soal harta gono-gini, apalagi mengurusi menyangkut apa hasil audit dari para akutan publik. Alangkah baiknya sebelumnya membuat steitmen di media, saudara Rosano lebih dahulu mengusai materinya, agar lebih jelas dan lugas, tidak hanya terkesan membuat sensansi saja," kata RW melalui selularnya kepada awak media ini, Jumat (6/7) siang.

Baca jugaLaporan Nurbatias Dugaan Hasil Audit PT. Samudra Rasaki Palsu, Direspon Kompolnas

Lanjutnya, ia juga tidak mengenal siapa akuntan publik yang katanya sudah meninggal itu.

"Saya tidak mengenal siapa akutan publik yang disebut-sebut telah meninggal itu. Kalau memang benar sudah meninggal, saran saya saudara Rosano bisa pergi ke makamnya untuk berjiarah, tanyakan juga ke almarhum, mungkin nanti ada bisikan, tanyakan apakah saya ikut melakukannya.  Harapan saya saudara Rosano dapat lebih bijak lagi dalam melihat suatu permasalahan, dan jangan hanya cuma mengoceh tak jelas di media, membuat sensasi," kata RW lagi.

Mengenai status Ir.Nurbatias, RW juga menambahkan bahwa dalam waktu ini  pihak Kejari Batam katanya akan segera melakukan penahan terhadap Nurbatias karena terbukti bersalah dalam perkara KDRT yang putusannya sudah inkrah ditingkat kasasi.

Screen shoot hasil putusan Ir.Nurbatias di tingkat Kasasi.
Pada hari Sabtu tanggal 30 Juli 2018 malam lalu, Presiden LSM Berlian Akhamat Rosano yang sebelumnya telah diberikan kuasa oleh Ir.Nurbatias (Direktur PT.SRT=red) selaku kuasa 1 untuk mendampingi dan mengawal segala proses hukum, kepada media Akhmad Rosano menyampaikan bahwa RW telah dilaporkan ke Polda Kepri dengan dugaan melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen, penipuan dan penggelapan tentang pembagian harta gono-gini antara pasangan suami istri yang sudah bercerai, Shinta Dewi dan Ir.Nurbatias.

Menanggapi kembali tanggapan dari RW ini, kepada awak media ini Akhmat Rosano mengatakan, bukan mau mengoceh tapi mempertanyakannya.

"Sekiranya benar apa yang dilakukan oleh Likuidator tentang penutupan PT. Samudera Rasaki Teknindo, kenapa sampai sekarang tidak ada surat resmi dari Pengadilan Negeri (PN)Batam dan surat dari Kemenhumkam bahwa perusahaan itu dinyatakan ditutup. Imbas dari itu semua, sertifikat Workshop dan BPKB Ir. Nurbatias, siapa yang menahan dan menyembunyikannya?," tanya Akhmad Rosano.

"Keterangan dari BPR Dana Makmur saudra Deni dan kawan-kawan mengatakan bahwa BPKB mobil yang telah lunas dibayar, tidak bisa berikan kepada pihak kami karena saudara inisial BP sebagai Likuidator, sampai saat ini belum memberi izin ke pihak BPR untuk memberikannya ke Ir.Nurbatias, sementara Mobil dan Gedung Workshop dalam pembagian harta gono-gini itu haknya Nurbatias. Seandainya RW itu pengacara yang benar-benar memihak pada kebenaran, diserahkan dong sertifikat Workshop tersebut, jangan ditahan-tahan, karena putusan PA juga sudah inkrah dan sah menurut hukum untuk di eksekusi," lanjut Akmad Rosano.

Ketika ditanya media ini, apakah pernyataannya di media sebelumnya itu hanya ocehan belaka untuk buat sensasi seperti apa yang disebutkan RW itu, Akhmad Rosano membantahnya.

"Saya bukan ngoceh, tapi meminta pada  mereka agar pekerjaannya diselesaikan  dengan baik menurut aturan yang berlaku, karena sejak tahun 2015 sampai sekarang, permasalahan ini tidak selesai, ada apa?," tanya Rosano penasaran.

Sebelumnya, dugaan penipuan, penggelapan dan dugaan pemalsuan hasil audit tersebut pada tanggal 29 Mei 2015 lalu, sudah dilaporkan oleh Ir.Nurbatias ke Ditreskrimum Polda Kepri, No. Laporan Polisi No.14P-B/50/V/2015/SPKT-KEPRI.

Selain ke Ditreskrimum Polda Kepri, Nurbatias juga sudah melaporkannya ke Kadiv Propam Polri agar laporan ke Ditreskrimum Polda Kepri tersebut ditanggapi, dan terakhir ini, Nurbatias melaporkannya ke Kompolnas dan langsung ditanggapi, demikian kata Akhmad Rosano sebelumnya.(Ag)