Wednesday, 11 July 2018

Pertanyakan Sistem Zonasi, Para Orang Tua Calon Murid Mengadu ke Dewan

 

Warga Batuaji.
Dinamika Kepri, Batam - Puluhan ibu -ibu rumah tangga orang tua calon murid dan anak-anak dari 2 kecamatan, Sagulung dan Sekupang mendatangi kantor DPRD Batam katanya untuk meminta perhatian anggota dewan agar membantu untuk memfasilitasi karena anak-anak mereka, ditolak masuk ke sekolah di zona pemukiman mereka masing-masing, Rabu (11/7) pagi.

"Kedatangan kami ini untuk meminta perhatian dari bapak-bapak anggota dewan DPRD Batam. Gedung sekolah di depan rumah, tapi anak-anak kami ditolak masuk ke sekolah itu dan malah dilempar ke sekolah lain. Nah jika demikian, apa artinya pemerintah memberlakukan zonasi?," kata seorang ibu warga Batuaji, kesal.

Kedatangan warga Batam ini, diterima oleh anggota Komisi IV DPRD Batam Safari Ramadhan dan Udin P. Sihaloho.

Namun ke-2 anggota dewan tidak lansung mengajak warga itu berdialog karena masih menerima Kunker dari DPRD Kota Jambi.

Warga Tiban Indah.
Tak hanya itu, seorang ibu warga Tiban Indah juga mengaku anaknya nyaris bunuh diri karena ditolak masuk ke SMP Negeri 25 Sekupang.

"Anak saya nyaris bunuh karena ditolak ke SMP Negeri 25. Alasan mereka mengalihkan anak saya ke sekolah lain katanya karena nilai anak saya rendah. Kalau anak saya dialihkan ke sekolah lain, apa artinya sistem zonasi? sekolah dekat rumah tapi ditolak juga. Harusnya ini dapat menjadi perhatian para wakil rakyat kita agar anak-anak kami dapat melanjutkan pendidikannya tampa ada beban pikiran," kata seorang ibu Warga Tiban Indah.

Hingga berita ini dimuat pada pukul 11:34 WIB, ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak yang belum jelas akan sekolah di mana itu, masih tetap setia menunggu respon dari Komisi IV DPRD Batam.(Ag)