Tuesday, 17 July 2018

Pertanyakan Kasus Direktur PT Tugas Mulia, 8 Organisasi "Safe Migran" Datangi Subdit IV PPA Polda Kepri


Belasan orang dari 8 organisasi jaringan Peduli Migran saat melakukan Audensi dengan Subdit IV Ditreskrimum Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di gedung Satgasda Poeple Smuggling Polda Kepri, Selasa (17/7) siang.

Dinamika Kepri, Batam - Diketuai Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus bersama belasan orang relawan dari 8 jaringan peduli Migrant, Perempuan dan Anak “Safe Migrant” Kepri, melakukan audiensi ke Subdit IV Ditreskrimum Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Kepri terkait perkembangan kasus tindak perdagangan manusia yang diduga dilakukan oleh J. Rusna, direktur PT. Tugas Mulia,

Ke-8 organisasi yang tergabung dalam Safe Migrant, Batam, KKPPMP, Yayasan Embun Pelangi, Rumah Faye, Dunia Viva Wanita, Lintas Nusa, Libak, Gerhana dan P2TP2A ini, diterima langsung oleh Kasubdit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) AKBP Suyanto di Gedung Satgasda Poeple Smuggling Polda Kepri, Selasa (17/7).

Sebelum melakukan audiensi, kepada media, Pastor yang akrab disapa Romo itu di lokasi mengatakan, tujuan kedatangan mereka adalah mempertanyakan progres penanganan kasus mempekerjakan anak di bawah umur dan perdagangan manusia yang diduga dilakukan oleh Direktur PT.Tugas Mulia J Rusna.

Baca jugaDiduga Mempekerjakan Anak di Bawah Umur, Direktur PT Tugas Mulia Dilaporkan ke Polisi

"Dugaan kasus mempekerjakan anak di bawah umur dan perdagangan manusia itu sebelumnya kami sudah laporkan sejak 20 Maret 2018. memurut informasinya terduga sudah dijadikan tersangka, namun menurut informasi yanh kami dengar, belum tersangka ditahan padahal sudah berbulan-berbulan. Jika memang sudah menjadi tersangka, harusnya sudah ditahan. Maka itu, untuk mempertanyakan kami audiens dulu, sudah sejauh mana penanganannya,'' kata Romo Paschalis.

Soal Ke-8 organisasi yang tergabung di dalam Safe Migrant itu, kata Romo Paschalis bahwa ke-8 lembaga tersebut adalah Lembaga yang fokus dalam memperjuangkan soal kemanusian.

"Jadi ke delapan organisasi ini memang sejak awal yang ikut bersama sama memperjuangkan soal kemanusiaan ini. Apa hasilnya audiens belum kami tahu,'' tambah Romo.

Hingga berita ini dimuat pada pukul 11: 26 WIB, pertemuan para aktivis kemanusian itu dengan AKBP Suyanto masih berlangsung.

Sebelumya, Direktur PT Tugas Mulia itu dilaporkan dengan Nomor LP-B/27/III/2018/SPKT-Kepri, tertanggal 20 Maret 2018.

Direktur PT Tugas Mulia J Rusna dilaporkan diduga mempekerjakan MS seorang perempuan asal Flores, NTT inisial MS.

MS bekerja sekitar 2016 yang mana MS kala itu masih berumur 14 tahun. Atas itu pulalah J Rusna dilaporkan.(Ag)