Friday, 13 July 2018

Penerima Paket Sabu 63 Kg Disidangkan, Saat Sidang Terdakwa Tertunduk Malu


Sidang dua terdakwa Bayu Wibowo alias Agus Salim alias Muchammad Sa'i dan Zaenudin alias Udin perkara kasus sabu seberat 63.043 Kg di PN Batam, Kamis (12/7). (F/Brs/KJ)

Dinamika Kepri, Batam - Dua terdakwa Bayu Wibowo alias Agus Salim alias Muchammad Sa'i dan Zaenudin alias Udin perkara kasus sabu seberat 63.043 Kg dari Malaysia yang ditangkap di Jakarta oleh Ditres Narkoba Polda Kepri, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (12/7/2018) sore.

Pada sidang mendengar keterangan saksi ini, JPU menghadirkan saksi dari  petugas Bea Cukai (BC)Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan saksi penangkap dari daksi Ditres Narkoba Polda Kepri.

"Setelah diperiksa melalui mesin x-ray dan melakukan pengujian, ternyata positif narkotika jenis sabu," kata saksi BC Bandara Hang Nadim.

Setelah dinyatatakan positif narkoba, temuan paket sabu tersebut lanjut saksi kemudian melaporkannya ke pimipinannya, lalu atas perintah dari  pimpinannya, saksi kemudian melaporkannya ke Ditres Narkoba Polda Kepri.

Setelah menerima laporan itu, saksi dari Ditres Narkoba Polda Kepri lalu mengikuti kiriman itu sampai ke Jakarta  dan berhasil membekuk para pelakukanya.

"Kedua terdakwa ditangkap di Jakarta saat hendak mengambil kiriman paket di gudang PT Deras Cargo Ekpres, Jalan Pancoran Timur 2 nomor 3, Jakarta Selatan dengan menumpangi taksi online," kata saksi dari Ditres Narkoba Polda Kepri.

Masih kata saksi, kedua terdakwa kepada mereka mengaku menerima barang itu dari seseorang di Malaysia bernama Busnah.

Keduanya mengenal Busnah dari seorang di Banjarmasin, Kalimantan Selatan bernama Halid.

"Terdakwa menerima upah dari Busnah sebanyak Rp14,6 juta. Pembayaran dengan cara ditransfer melalui rekening BCA atas nama Zainudin," kata saksi.

Terhadap keterangan saksi, didampingi Penasehat hukumnya, dengan tertunduk malu, kedua terdakwa membenarkannya.

Selanjutnya, setelah mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim Taufik Nainggolan, Renni Pitua Ambarita dan Egi Novita dan jaksa penuntut umum Mega Tri Astuti, menunda sidang hingga 2 minggu ke depan dengan agenda sidang pemeriksaan terdakwa.

Awal terungkapnya kiriman paket sabu sebanyak 63 Kg itu, pada bulan Januari 2018 lalu, saksi BC Bandara dengan tugas rutinitasnya melakukan pengawasan barang kargo, mencurigai 2 koli paket yang akan dikirim ke Jakarta. Dan kecurigaannya itu benar.

Atas perbutannya, kedua terdakwa dijerat pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) atau kedua pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana hukuman mati.(Ag)