Friday, 27 July 2018

Pekerja dan Pemain Gelper Happy Land Nagoya Hill Disidangkan, Tapi Bosnya Bebas Berkeliaran


Sidang delapan orang terdakwa Gelper Happy Land, Nagoya Hill, di PN Batam, Kamis (26/7).

Dinamika Kepri, Batam - Delapan orang terdakwa, perkara perjudian berkedok gelanggang permainan elektronik (Gelper) Happy Land, Yun Wahyudi Lao Yan Wah alias Yun dan Hasbi Amin (pemain), Rajah Saditriani alias Fitri (kasir), Dhea Kharisma Christa Wijaya (kasir), Tejo dan De Ningsa Mariyana alias Cici (pengawas), Nici Satria bin Indra Jayusman (pengawas) dan Joni (penukar hadiah) sebelumnya yang sebelumnya digrebek Polda Kepri, Mei 2018 lalu, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (26/7) sore.

Pada sidang agenda mendengarkan keterangan dari saksi penangkap (polisi=red) ini, saksi mengatakan, unsur perjudian di Gelper Happy Land diungkapnya setelah saksi mengikuti permainannya.

Kata saksi, begitu ditemukan ada penukaran uang, saksi langsung melakukan upaya penegakan hukum.

Selain itu, para terdakwa saat sidang juga saling bersaksi antara sesama terdakwa.

Kepada hakim, para terdakwa mengatakan, tak tahu soal adanya unsur judi Gelper Happy Land itu.

Mirisnya, pada sidang ini, para terdakwanya hanya se kelas pengawas, kasir, penukar hadiah dan pemain saja. Sedangkan Manager dan bos Gelper Happy Land yang bernama Fadi alias Botak (DPO) dan Aseng (DPO) itu, bebas berkeliaran.

Ketika hakim M.Chandra, SH mempertanyakan siapa nama pemilik Gelper tersebut kepada para terdakwa, jawab terdakwa kalau mereka tidak mengetahuinya.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) para terdakwa ini diancam pidana pasal 303 ayat (1) ke-2 atau kedua pasal 303 bis ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman Pasal 303 BIS KUHP 4 tahun penjara atau pasal 303 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara.

Sementara, dua orang warga negara asing (WNA) pemilik Gelper yang DPO tersebut tak ikut diamankan, meski pada saat penggerebekan, kedua WNA  diisukan berada di lokasi.(Ag)