Thursday, 26 July 2018

Musofa DPRD Juga Anggota Komite di SMP Negeri 03 Sekupang?

 

Musofa, Anggota DPRD Batam.
Dinamika Kepri, Batam - Selain Musofa mengakui dirinya sebagai pembina di komite SD Negeri 12 Tiban Dermot, Sekupang, Musofa anggota Komisi I DPRD Batam, juga ada yang menyebutkannya sebagai salah satu anggota komite di SMP Negeri 03 Sekupang, Batam, benarkah?

Menurut narasumber yang enggan ditulis namanya, kepada awak media ini memastikan, bahwa apa yang dikatakannya itu benar.

"Benar, setahu saya beliau itu adalah salah satu struktur dari komite di SMP Negeri 03 Sekupang. Kalau tak percaya, bisa tanyakan langsung ke sekolah itu. Yang anehnya, dari mana pula rumusnya beliau bisa jadi komite di sekolah itu, sedangkan anaknya tidak bersekolah di situ," ungkap narasumber, Rabu (25/7) sore.

Baca jugaUang Muka Kavling Warga Dikembalikan, Musofa: Uang Segitu Bagi Saya Tidak Apa-apanya

Ketika awak media ini mengkonfirmasi tentang benar tidaknya soal itu via Whatsapp (WA) kepada Musofa pada Kamis (26/7) sore, Bacaleg DPRD untuk Provinsi Kepri tahun 2019 dari Partai Hanura itu, tidak menjawabnya walau pesan teks konfirmasi tersebut telah dibacanya.

Sebelumnya, Musofa juga telah viral di media soal pengumuman "Lulus Bersyarat" di SD Negeri 12 Tiban Dermot, Sekupang.

Selain itu, namanya juga viral soal pengembalian uang muka (DP) Kavling Blok D tahap II, Tiban I, Sekupang, Batam. Karena kavling yang dijanjikan selama 2 tahun ke warga kunjung ada.

Baca juga: Soal Calon Murid "Lulus Bersyarat" di SD Negeri 012 Kepsek Bungkam, Ini Jawaban Musofa

Tapi mirisnya saat pengembalian uang DP Kavling ke warga waktu itu, Musofa bukannya minta maaf, malah menyombongkan dirinya dengan mengatakan, bahwa uang ratusan juta milik warga itu, tidak apa- apanya baginya dengan membandingkan aset peternakan sapinya yang sudah bernilai miliaran rupiah di Sei Tamiang.

Sampai berita ini dimuat pada pukul 21:20 Wib, sosok yang dulunya mantan dari Kader partai PKS itu, belum menjawabnya.

"SMP Negeri 3 Sei Harapan, Sekupang, adalah sekolah Favorit. Maka tak heran, informasi yang saya terima, banyak orang tua yang berupaya dan berapa pun akan membayar supaya anaknya bisa belajar di sekolah itu. Bahkan siswa yang bersekolah di situ juga, hanya dari kalangan tertentu saja," kata narasumber.(Ag)