Wednesday, 18 July 2018

Minta Tebusan Ijazah Rp 120 Juta, Yayasan Griya Husada UNIBA Digugat ke Pengadilan


Foto Zahara Fatimah saat bersama kuasa hukumnya.

Dinamika Kepri, Batam - Seusai mendampingi kleinnya Zahara Fatimah, SE.,MAK dari sidang mengugat Yayasan Griya Husada Universitas Batam (UNIBA) di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (17/7), kuasa hukum Zahara Fatimah, Ramses Siregar, SH kepada media ini mengatakan, kleinnya menggugat Yayasan Griya Husada Universitas Batam (UNIBA) karena pihak yayasan telah menahan ijazah S2 milik kleinnya.

"Klein kami menggugat Yayasan Griya Husada UNIBA karena ijazah S2 nya ditahan oleh pihak Yayasan tampa alasan yang jelas. Penahanan itu alasannya karena masa bakti Zahara Fatimah bekerja di Yayasan itu selama 7 tahun katanya belum terpenuhi sesuai perjanjian. Nah masalahnya di sini, bukan klein kami yang tidak mau memenuhi kewajibannya melainkan dia yang dipecat," ujar Ramses.

"Walau gajinya dibayar di bawah UMK (Rp2,7 juta=red) selama bertahun-tahun, klein kami tetap melakukannya karena itu memang sudah menjadi perjajian. Sesuai perjanjian yang mereka sepakati, sisa masa baktinya tinggal 7 bulan lagi, tetapi tak tahu apa tujuannya,  pihak yayasan malah memecatnya dan menahan ijazah Zahara Fatimah," lanjutnya.

Ketika ditanya, agar ijazah dikembalikan, apakah benar pihak yayasan sebelumnya pernah meminta uang Rp 120 juta kepada kliennya, Ramses membenarkannya.

"Benar itu pernah, tapi klein kami tidak mau, karena itulah makanya yayasan itu digugat," jawabnya.

Sekitar Agustus 2011 silam, Zahara Fatimah lulus S2 di UNIBA dari bea siswa yang diberikan oleh pihak yayasan. Bea siswa diberikan dengan perjanjian jika lulus tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai staff pengawasan tata ruang dan kebersihan selama 7 tahun di kampus UNIBA Batam Center.

"Ikatan dinas Zahara Fatimah di yayasan itu  tinggal 7 bulan lagi tepatnya berakhir pada tanggal 30 Januari 2018, namun sebelum berakhir, pihak yayasan UNIBA malah memecat dan menahan ijazahnya dengan meminta uang tebusan sebesar Rp 120 juta," tutup Ramses.(Ag)