Thursday, 26 July 2018

Lanjutan Sidang Cai Fung, Dari Keterangan Para Saksi, Aroma Dugaan Konspirasi Makin Terasa


Saksi Nikki.
Dinamika Kepri, Batam - Dari keterangan para saksi yang sudah dihadirkan bersaksi di sidang terdakwa Cai Fung alias Afung perkara dugaan penggelapan di PT. Laut Mas Cabang Batam sebesar Rp 2 juta dollar Singapura, dugaan konspirasi jahat dari pihak-pihak tertentu untuk mengkambing hitamkan terdakwa Cai Fung, makin tercium aromanya.

Aroma- aroma itu mulai tercium sejak Direktur PT.Trakindo, Yuston bersama istrinya So Anju Manager Admin di PT. Trakindo bersaksi di PN Batam.

Saat Yuston bersaksi, ia mengakui kalau saksi So Anju adalah istrinya. Padahal saat So Anju bersaksi, itu tidak diakuinya.

"Izin yang mulia, mohon saksi So Anju dihadirkan kembali pada sidang, karena ternyata dari pengakuan saksi ini, So Anju adalah istrinya, sementara saat bersaksi sebelumnya So Anju tidak mengakuinya," kata Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Tantimin, SH saat sidang pada hari Selasa (10/7/2018) malam yang lalu.

Saksi Steven (baju putih)
PT. Trakindo, PT.Laut Mas kantor Cabang Batam, PT.Laut Mas Kantor Jakarta dan Mega Star Ltd berkantor di Singapura, dari keterangan para saksi sidang, ternyata orang-orang yang di dalamnya itu-itu juga.

Kata saksi So Anju  PT. Trakindo adalah rekanan bisnis PT. Laut Mas Kantor Cabang Batam dan berbeda managemennya.

Katanya beda managemen, tetapi kwetansi perusahaannya bebas dipinjamkan ke perusahaan PT. Laut Mas kantor Cabang Batam.

Baca jugaDari Pertanyaan PH ke Saksi, Terdakwa Cai Fung Diduga Korban Konspirasi

"Aku memberikan karena saling percaya kepada terdakwa Cai Fung," kata So Anju bersaksi.

Mega Star Ltd  yang berkantor di Singapura adalah induk perusahaan PT.Laut Mas kantor Cabang Batam dan Jakarta.

Pada tanggal 23 Juli 2818 lalu, saksi Steven, Owner Mega Star Ltd dalam sidang kepada hakim, dengan bahasa inggris logat hokiannya via penerjemahnya, saksi mengaku tidak memiliki saham di PT. Trakindo.

Direktur PT.Trakindo, Yuston bersama istrinya So Anju saat bersaksi di PN Batam, Selasa (10/7).
Begitu pernyataannya, tetapi pernyataan itu sangat bertentangan dengan pernyataan Yuston direktur PT. Trakindo saat sidang tanggal 10 Juli 2018 yang lalu.

Pada sidang waktu, Yuston menyatakan bahwa  Steven juga adalah salah satu pemegang saham PT. Trakindo.

Beda pula pengakuan saksi Nikki Direktur PT. Laut Mas Jakarta, dalam sidang ia mengatakan bahwa Mega Star Ltd adalah mitra kerja dari PT. Laut Mas.

Baca jugaDituduh Gelapkan Uang 2 Juta Dollar, Terdakwa ini Ajukan Eksepsi Namun Ditolak Hakim

"Kami ada surat kerjasamanya yang menyatakan bahwa PT. Laut Mas agen dari Mega Star Ltd," kata saksi Nikki.

Itu kata dia, tapi ia mengaku kalau ia juga memiliki saham Mega Star Ltd.

Rekanan bisnis, agen, mitra kerja, saling percaya, beda managemen, beda perusahaan, tapi orang-orangnya di dalamnya, itu saja mutar-mutar kayak gasing.

Parahnya lagi, kwentasi perusahaan PT. Takindo dipinjamkan ke PT. Laut Mas Cabang Batam hanya dengan alasan saling percaya.

Dugaan adanya konfirasi tersebut diperkuat lagi setelah saksi Yuston yang mengatakan bahwa Mega Star Ltd, PT. Trakindo dan PT. Laut Mas adalah satu group, dan diakuinya lagi terdakwa pernah memberikan sejumlah uang dari perusahaan PT. Laut Mas untuk mendirikan perusahaan PT. Trakindo.

Ada dugaan terdakwa adalah korban konspirasi yang diduga segaja dikambing hitamkan dengan tujuan lain.

Oleh JPU, terdakwa ini didakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHPidana Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana tentang penggelapan.(Ag)