Wednesday, 4 July 2018

Kesaksian Warga Malaysia Bawa Sabu ini Berbelit, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Penyidik


Terdakwa Thana Raja Sudis Kumar dan Muneswaran Selvaraju disidangkan di PN Batam, Rabu (4/7/2018).

Dinamika Kepri, Batam - Dua terdakwa warga Malaysia, Muneswaran Selvaraju dan Thana Raja Sudis Kumar kasus Narkotika jenis sabu 74 gram, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (4/7) siang.

Pada sidang yang dipimpin oleh hakim Mangapul Manalu, SH ini, terdakwa Munes dalam kesaksisannya kepada hakim mengatakan, bahwa terdakwa Thana Raja, sama sekali tidak terlibat pada perkara itu dan meminta kepada agar BAP, Thana Raja dicabut.

"Dalam kasus ini, Thana Raja tidak terlibat. Kalau bisa BAP nya dicabut saja," kata Munes kepada hakim.

Lanjut Munes, kenapa sebelumnya ia  melibatkan Thana Raja, katanya karena ia tidak ada teman di tahanan, dan takut akan dipukulin tahanan warga indonesia yang ada di Lapas.

Mendengar kesaksian terdakwa Munes, hakim terlihat makin penasaran.

"Katamu Thana Raja tidak terlibat, tapi kamu melibatkannya. Tak hanya itu, di dalam percakapan kalian berdua dari Handphone, Thana Raja mengatakan, bahwa pembelinya sudah menunggu di kamar 207 hotel Nasa, Jodoh. Nah, Jika dia tidak mengetahui, lantas kenapa Thana Raja mengatakan itu pada anda, kenapa?," tanya hakim kepada Munes, namun terdakwa Munes tidak bisa menjawabnya.

"Jadi jangan bermain kata-kata di sini," lanjut hakim Mangapul.

Begitu juga dengan terdakwa Thana Raja, kepada hakim juga bersaksi bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui kalau terdakwa Munes membawa Narkoba saat mereka ingin enjoy ke Batam.

Munes mengatakan, barang haram itu ia dapatkan dari seorang bernama Raju penjual sabu di Malaysia.

Saat masih di Malaysia, Raju memerintahkan Munes untuk mengantarkan sabu itu ke Batam dengan upah 5 ribu Ringgit Malaysia (Rp 15 juta=red) karena pembeli bernama Heri (WNI), sudah menunggu sabu itu di Batam.

Kembali Munes mengatakan kepada hakim, kalau terdakwa Thana Raja tidak terlibat dan menyesalkan itu.

Ketika ditanya hakim, apakah para terdakwa tetap pada kesaksiannya masing-masing, keduanya menjawab iya.

Mendengar itu dan diduga dianggap ada keanehan kesaksian yang berbelit-belit, Hakim Mangapul lalu memerintahkan JPU Zulna Yosepha, SH agar menghadirkan penyidik perkara itu pada sidang berikutnya.

"Karena kedua terdakwa tetap pada kesaksiannya, maka di sidang berikutnya tanggal 11 Juli 2018, kita akan mendengarkan saksi verbalisan, maka itu mohon kepada jaksa agar penyidiknya dihadirkan," pinta hakim Mangapul kepada jaksa sembari mengetuk palu menutup sidang agenda mendengar keterangan terdakwa itu.

Pada tanggal 5 Maret 2018 lalu sekitar pukul 14.30 WIB, Munes dan Thana Raja ditangkap polisi di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Batam.

Sebelum ditangkap, keduanya datang dari pelabuhan Situlang Laut, Malaysia.

Mereka ditangkap setelah keluar dari pelabuhan ferry Batam Center. Dari Munes, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 74 gram yang disimpan di dalam anusnya.

Atas perbuatannya, kedua terkawa ini diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) atau pasal Pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1)  dan Pasal 112 ayat (2) Jo UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan maksimal hukuman mati.(Ag)