Tuesday, 3 July 2018

Dituduh Gelapkan Uang 2 Juta Dollar, Terdakwa ini Ajukan Eksepsi Namun Ditolak Hakim


Usal menjalani persidangan, terdakwa Cai Fung alias Afung (baju merah) digiring petugas menuju sel tahanan sementara di PN Batam. 

Dinamika Kepri, Batam - Pengajuan eksepsi terdakwa Cai fung alias Afung dalam perkara dugaan penggelapkan uang milik perusahaan Megastar Shipping Pte Ltd sebanyak 2 juta dollar Singapura, pada agenda sidang putusan sela, ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (2/7).

Atas penolakan eksepsi itu, dan setelah terdakwa berdiskusi dengan ke-4 Penasehat Hukumnya Ibnu Hajar, SH, Sumardi, SH, Amir Mahmud, S.Ag., MH, Tantimin, SH dan Rudianto, SH, mantan accounting dan HRD PT.Laut Mas Cabang Batam itu, kepada hakim Dr. Syahlan, SH menjawab kalau terdakwa juga tidak menerima hasil putusan sela tersebut.

"Saya tidak menerima yang mulia," kata terdakwa menjawab pertanyaan hakim saat ditanya apa tanggapan terkait hasil putusan sela itu.

Karena eksepsi tidak dikabulkan, maka  hakim menyatakan sidang tetap dilanjutkan dan meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuael Pangaribuan, SH dan rekan, agar dapat menghadirkan para saksi di sidang berikutnya.

Amir Mahmud, S.Ag., MH.
Usai sidang putusan sela ini dilakukan, dan menanggapinya, diluar gedung pengadilan kepada media Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Amir Mahmud mengatakan, akan melakukan banding.

"Langkah selanjutnya, kita akan melakukan banding, dan itu akan dilakukan setelah proses sidang ini berakhir," kata Amir Mahmud.

Mengenai berapa jumlah uang yang diduga digelapkan oleh terdakwa seperti yang dituduhkan, Amir mengatakan tidak mengetahui.

"Bagaimana kita mengetahuinya sedangkan yang dituduhhan itu tidak benar," kata Amir lagi.

Pada sidang sebelumnya (31/5), Selain PH terdakwa  mengajukan eksepsi, dalam persidangan PH terdakwa juga mengajukan permohonan penangguhan atau pengalihan tahanan, baik tahanan kota maupun tahanan rumah.

Hal itu dilakukan mengingat terdakwa merupakan ibu rumah tangga dan petimbangan kesehatan, namun permintaan itu tidak dikabulkan hakim, karena pada sidang ini, terdakwa terlihat masih memakai baju tahanan seperti tahanan lainnya.

Pada sidang sebelumnya terdakwa juga menolak seluruhnya surat dakwaan yang dibacakan jaksa di persidangan.

Oleh JPU, terdakwa ini didakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHPidana Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana tentang penggelapan.(Ag)