Saturday, 14 July 2018

Pakaian Dinasnya Ikut Terbakar, Anak Korban Kebakaran Ini Sedih Takut Tak Bisa Bersekolah Lagi


Dengan penuh kesedihan, seorang anak ini tampak terus memandangi puing-puing rumahnya yang sudah rata dengan tanah.

Dinamika Kepri, Batam - Peristiwa pasca terjadinya kebakaran rumah sebanyak 192 unit di pemukiman Kampung Belian, Batam Center pada hari Sabtu (14/7) dini hari, selain membuat para korban khususnya para orang tua kehilangan tempat tinggalnya, ternyta anak-anak yang sebelumnya tinggal nyaman di tempat itu, juga ikut merasakan kesedihannya lantaran semua pakaian dinas dan peralatan alat tulis yang sudah dipersiapkan sebelumnya, ikut ludes terbakar.

"Sangat sedih om. Bagaimana saya enggak sedih, semua perlengkapan sekolahku sudah habis terbakar. Padahal hari Senin tanggal 16 ini saya sudah harus masuk sekolah. Kalau sudah begini, kayak mana lagi saya bisa bersekolah? Baju dinas dan buku saya sudah tak ada lagi," kata seorang anak sedih saat memandangi puing-puing rumahnya, Sabtu (14/7).

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.
"Kejadiannya itu sekitar jam 3 pagi om. Gimana saya bisa menyelamatkannya, aku saja panik waktu itu," lanjutnya.

Mengenai apa yang akan dilakukan pemerintah untuk membantu anak-anak korban kebakaran itu agar bisa bersekolah pada tanggal 16 Juli 2018, kepada media Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, akan memnantunya.

"Soal pendidikan akan dibantu. Soal itu tak perlu harus diomongkan, bukti yang perlu," Cetus Nurdin Basirun.

Saat ini, seluruh korban kebakaran sebanyak 595 orang, ditampung di parkiran Gedung Bersama Pemko Batam.

Selain itu, pihak kepolisian dari Polresta Barelang, BNPB dan Dinas Sosial juga mendirikan posko tenda untuk para korban.

Hingga berita dimuat pada pukul 14:12 WIB, bantuan berupa makanan nasi bungkus, minuman dan pakaian bekas masih terus berdatangan.(Ag)