Thursday, 12 July 2018

Dijerat Pasal TTPU, Seluruh Harta Milik Terdakwa Yulia Suryani Disita untuk Negara


Terdakwa Yulia Suryani.

Dinamika Kepri, Batam – Terdakwa Yulia Suryani Alias Angin perkara dugaan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TTPU) dan Narkotika, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (11/7) sore.

Terdakwa disidangkan karena diduga sebagai perantara jaringan mafia narkoba antar lintas negara Indonesia-Malaysia denga peran tugas mengatur pembayaran transaksi narkoba terhadap bandar yang berada di Malaysia dengan mendapat upah Rp 250 juta setiap pertransaksinya

Terdakwa Yulia diduga merupakan jaringan Ahmad Junaidi yang telah divonis 20 tahun penjara di tahun 2017 lalu.

Waktu itu Ahmad Junaidi ditangkap BNNP Kepri dengan barang bukti 4 Kilogram (Kg) sabu. Dari pengembangan itu, nama Yulia Suryani disebut.

Dalam melakukan transaksi pembayaran terdakwa mengunakan rekening Bank Mandiri dan Bank BRI dan selama 2 tahun berlangsung yakni dari tahun 2014 hingga tahun 2016.

Hasil dari hasil dugaan pencucian uang narkoba tersebut, terdakwa Yulia Suryani berhasil membeli barang-barang mewah dimana disita BNN Kepri berupa 1 unit sepeda motor merek Yamaha type RN 22 warna biru dengan nomor rangka plat B 4279 TED.

1 unit sepeda motor merk Kawasaki Type EX250L (Ninja 250) warna merah BP- 6586- GJ , 1 unit sepeda motor merk Kawasaki Type EN 650B warna abu-abu BP- 6384- GO. 1 unit kendaraan roda 4 merek Honda Accord warna hitam, BP-1061-ZG.

Sebidang tanah dan rumah yang beralamat di Komplek Hawaii Garden Batam Center Blok Q No.11 Kecamatan Batam Kota Kotamadya Batam Luas Tanah 132 M2, Luas Bangunan 36 M2, semuanya disita untuk negara.

“Terdakwa tugasnya membayar hasil penjualan sabu terhadap warga Malaysia Alex dan Kak Cik (DPO) berlangsung dari tahun 2014-2016,” Kata JPU Susanto Maratua di ruang sidang utama PN Batam, Rabu(11/07).

Jaksa Maratua Susanto, SH mengatakan, terdakwa Yulia Suryani bertugas melakukan pembayaran terhadap setiap transaksi sabu yang telah berhasil dijual di Palembang.

Terdakwa ditangkap dari hasil pengungkapan dari tertangkapnya Ahmad Junaidi oleh BNNP Kepri di Formosa Hotel kamar 317 Batam.

Awalnya terpidana Ahmad Junaidi menghubungi Ardika Denata untuk mengambil sabu sejumlah 4064 gram yang telah berada di kamar 317 Hotel Formosa Batam, namun berkali-kali dihubungi melalui selularnya Ardika tidak dijawab.

Akhirnya terpidana Ahmad Junaidi menyuruh dua jaringan lainnya Dana Anggara dan M. Fahurrozy untuk mebagunkan Ardika Denata, namun gagal karena tempat kostnya harus menggunakan akses khusus.

Namun, kedua orang suruhannya bahwa sabu telah diambil Ardika Denata dan telah ditangkap petugas BNNP Kepri. dimana akhirnya terpidana Ahmad Junaidi ditangkap Gang Persaudaraan Jalan Pahlawan Bagan Hulu Bagan Siapiapi.

Sedangkan peran terdakwa Yulia bertugas menyerahkan hasil penjualan sabu yang dijual di Palembang selanjutnya hasilnya diserahkan kepada WN Malaysia bernama Alex dan diserahkan di Batam.

Atas perbuatan terdakwa Yulia Suryani diancam pidana melanggar Pasal 137 huruf a UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dan atau Pasal 4 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Usai mendegarkan dakwaan JPU Susanto Maratua, Majlis hakim ketua Tumpal Sagala didampingi dua hakim anggota akan melanjutkan sidang pekan depan dengan agenda mendegarkan keterangan saksi. (Ril)