Wednesday, 18 July 2018

Diduga Jual Produk Tak Miliki Izin Edar, Candra Bos Toko Serba Rp 8 Ribu Disidangkan


Terdakwa Candra saat sidang di PN Batam, Selasa (17/7).

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Candra, Bos PT.Indo Mitra, toko serba 8000 Batuaji, Batam disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (17/7).

Terdakwa Candra yang juga tidak ditahan ini, didudukan di kursi pesakitan diduga karena telah menjual produk kosmetik ilegal asal China.

Dipersidangan, terdakwa mengaku barang kosmetik jenis shampo yang telah dijadikan barang bukti, didapatkannya dari Sales dari orang yang datang menawarkan kepadanya.

Untuk soal harga jual shampo, body motion dan produk lainnya, kata terdakwa semua di tokonya, dijual dengan harga serba Rp 8 ribu.

Soal barang bukti itu berupa shampo dan body motion yang dijadikan barang bukti, kata dia kepada hakim, itu baru dijualnya sekitar 3 bulan lalu.

Lanjut dia menjawab pertanyaan hakim, barang kormetik tersebut kata dia diordernya melalui dari sales.

Sedangkan untuk produk yang memiliki tidak izin edar dari BPOM, kata dia, tidak mau menjualnya lagi.

Sementara itu, saksi BPOM yang dihadirkan pada sidang ini menjelaskan bahwa produk kosmetik yang dijual terdakwa tidak terdaftar di BPOM.

“Produk yang dijadikan barang bukti ini,  tidak terdaftar, serta tidak memiliki izin edar,” ujar saksi BPOM.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim kembali mengagendakan sidang tersebut pada pekan depan untuk mendengarkan pembacaan tuntutan JPU Rosmarlinda Sembiring.

Barang bukti shampo.
Atas perbuatannya, oleh JPU, terdakwa Chandra dijerat pidana  Pasal197 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Terdakwa disidangkan awalnya bermula di bulan February 2018 sekira pukul 15.00 Wib, petugas BPOM Batam melakukan pemeriksaan produk jual rutin ke toko PT.Indo Mitra Ritel/Batam Ria Serba 8000 di Komplek Ruko Batu Aji Centre Blok A No.1-7 Kelurahan Sungai Langkai Kecamatan Sagulung, Batam.

Dari hasil pemeriksaan petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan Batam menemukan ribuan picis kosmetik diduga tidak memiliki izin edar diantaranya, Caimengsi, Shantou City Nuoaisi Ind China 262 picis,Treecity Pro-ES, ShantouCity Nuoaisi Ind China, Aimerit Hair shampoo Cammer Ind Malaysia 2683 picis, Rijoice Shampoo, Shantou Bamei Cos 64 picis.

Selain itu juga ada produk Treecity Baby Powder, Hongkong Yazi trade Grup Limited 88 picis, Treecity Perfumed Talc, Shantaou City Nuoaisi Cos Ind China 37 picis, LM Nail Polish Remover China147 picis, Ever Color, Guangzhou Salsi Cosmetics 375 picis, Colgate 9 picis, dan Rewell133 picis.

Semua hasil temuan itu lalu disita oleh BPOM dan menjadikannya sebagai barang bukti untuk sidang di pengadilan.(Ag)