Tuesday, 24 July 2018

Chen Chin Tun Terdakwa 1 Ton Sabu Keberatan Disebut Ditangkap di Perairan Indonesia


JPU Filpan Fajar saat membacakan dakwaan di sidang empat terdakwa 1 ton sabu di PN Batam, Selasa (24/7).

Dinamika Kepri, Batam - Empat terdakwa WNA asal Taiwan, Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Ching An dan Hsieh Lai Fu, penyeludupan sabu 1.037 ton, tangkapan TNI AL dari Lanal Batam pada hari Rabu tanggal 7 Februari 2018 lalu di kapal MV Sunrise Glory di perairan Selat Phillip, hari ini, disidangkan di PN Batam, Selasa (24/7) pagi.

Pada sidang majelis hakim yang dipimpin oleh hakim Candra, SH ini, ke empat terdakwa didampingi oleh dua orang penasehat hukum, satu orang penerjemah bahasa dan tiga orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) diantaranya dua dari Kejagung dan satu jaksa dari Kejari Batam.

Sidang perdana agenda mendengar dakwaan ini, JPU membacakan dakwaan ke setiap terdakwa.

Usai memdengarkakan dakwaan, terdakwa Chen Chin Tun mengatakan keberatannya dengan menyatakan, kalau mereka ditangkap saat itu bukan di perarairan indonesia.

"Saya keberatan jika dinyatakan ditangkap di perairan indonesia. Kami ditangkap diperairan internasional," kata Chen Chin Tun melalui penerjemahnya kepada hakim.

Mendengar keberatan itu, hakim lalu mengizinkan terdakwa berkonsulatasi penasehat hukum (PH) nya. Setelah berkonsultasi, Kepada hakim PH terdakwa, mengatakan akan melakukan eksepsi di sidang berikutnya.

Atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU.R.I No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dari pasal yang dijeratkan, ke empat terdakwa terancam hukuman mati.(Ag)