Sunday, 15 July 2018

Bekerja Sama dengan UIB, Peradi Gelar UPA 2018, di Batam 63 Calon Advokat Diuji

 

Para penguji peserta UPA 2018.

Dinamika Kepri, Batam - Sebanyak 63 calon Advokat mengkuti Ujian Profesi Advokat (UPA) yang digelar Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bekerja sama dengan Universitas Internasional Batam (UIB), Sabtu (14/7).

Ujian ini, dihadiri para penguji oleh Ketua Umum, DR H Fauzie Yusuf Hasibuan yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend) Thomas E Tampubolon MH dan Ketua Bidang Pengangkatan Advokat H Irwan Hadiwinata MH, Ketua DPC Peradi Batam Bistok Nadeak, Wakil Ketua Isfandir Hutasoit dan Eko Nurisman mewakili UIB.

Irwan Hadiwinata dalam penjelasannya kepada wartawan mengatakan, 63 calon advokat tersebut adalah merupakan angkatan ke-10 yang mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan Peradi bersama UIB pada April-Mei 2018 yang lalu.

“Jadi ini merupakan perintah Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat karena untuk melakukan pengangkatan seorang calon advokat, harus melalui proses yang dilakukan oleh organisasi advokat salah satunya adalah harus mengikuti PKPA dan ujian,” jelas Irwan Hadiwinata.

Irwan menambahkan, mengikuti ujian PKPA yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) DR H Fauzie Yusuf bukanlah jaminan lulus. Namun, soal kelulusan atas apa hasil yang diraih sendiri oleh calon advokat pada ujian, sebab kata dia, tahun-tahun sebelumnya juga ada yang tak lulus. Bahkan panitia ujian yang menyelenggarakan di UIB, Peradi kerja sama dengan pihak ketiga, tujuannya untuk menyaring yang benar-benar calon advokat yang mumpuni.

Peserta UPA 2018.
Sementara untuk hasil ujiannya diperkirakan akan keluar akhir Agustus 2018 dan dapat dilihat di website milik DPN Peradi [www.peradi.or.id].

Meski begitu, kata H Irwan Hadiwinata, berharap semua lulus dengan baik. Sebab, H Irwan yang juga salah satu panitia UPA ini mengatakan, anggota Peradi lulusan DPN DR H Fauzie Yusuf telah mengikuti serangkaian proses belajar yang matan. Yang diasuh oleh para ahli dan praktisi hukum di UIB.

“Jadi kami optimis. Sebab, kami bekerja sama dengan pengajar yang ahli semua tentunya di bidangnya. Sehingga, pada hasil ujian kami berharap dan optimis semua bisa,” harapnya.

Di tempat yang sama, Thomas E Tampubolon menjelaskan, UPA yang digelar Sabtu itu merupakan ujian serentak seluruh Indonesia di 34 kota dan provinsi. Untuk keseluruhan, sebanyak 5 397 calon advokat mengikuti ujian. Lebih jelas Thomas mengatakan, ujian yang digelar Juli se-Indonesia merupakan ke-18.

“Dan ke delapan belas kali dilaksanakan serentak.” ujarnya.

Thomas berharap juga, seluruh calon advokat yang mengikuti serangkaian ujian diharapkan hasil yang maksimum.

Sama halnya dengan Irwan, lanjut dia bahwa sebelum ujian dilaksanakan, peserta telah dilatih dan diajari melalui proses PKPA.

Sementara itu, Bistok Nadeak juga beraharap sama. Dia mengakui sendiri bahwa, mengikuti UPA Peradi bukan lah hal yang gampang.

“Tapi melalui proses yang sangat ketat. Lembar ujiannya saja bukan di Batam diperiksa. Namun, disegel dan dibawa langsung ke Jakarta oleh panitia UPA Pusat. Jadi berat. Tapi kitab optimislah,” katanya.

Sementara, Ahmad Murni , Filemon dan Gian adalah tiga peserta menyampaikan baru kali ini pengalamannya menjumpai ujian yang super ketat.

Mulai dari waktu, pakaian harus rapi dan sopan, serta suasana harus benar-benar hening dan steril dari catatan apa pun di atas meja.

 “Benar-benar sangat ketat,” kata mereka.

Meski begitu, ketiga peserta adalah bagian dari 63 peserta di UIB berharap hasil yang baik. Sehingga nanti pada ujian yang akan keluar akhir Agustus mereka dinyatalan lulus.

"Tetap optimis. Soal-soalnya memang agak lumayan menjebak, apa lagi soal membuat surat kuasa dan gugatan. Tapikan semua itu sudah diajarin pada PKPA bulan lalu,” tutupnya.(Ril)