Wednesday, 25 July 2018

Aneh, Waktu Sidang Marahan, Sesudah Sidang Malah Ngopi Bareng Duduk Semeja


Pengacara Ade Trinita, SH dengan terdakwa Hartin saat sidang di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Hartin alias Ateng mafia penjual olahan pangan tampa izin edar, disidangkan di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (25/7) siang.

Terdakwa yang tidak ditahan ini, saat sidang agenda mendengarkan keterangan saksi, terdakwa Hartin didampingi oleh Penasehat Hukum (PH), Ade Trinita, SH.

Di sidang ini, Jaksa penuntut Umum (JPU) menghadirkan 2 orang saksi, Juan Manager dan Sugianto karyawan PT. Thong Sing Yuen.

Dari kesaksian kedua saksi, terdakwa keberatan jika produk yang dijualnya itu, diordernya langsung dari Malaysia.

"Saya keberatan disebut saya membeli langsung dari Malayasia, itu tidak benar, produk itu saya beli dari sales," kata terdakwa kepada hakim.

Terdakwa sendiri adalah Direktur PT. Thong Sing Yuen yang memiliki gudang pengolahan makanan di Jalan Duyung Komplek Harbour View Blok A No.6 Kecamatan Batu Ampar Kota Batam.

Usai sidang, saksi Sugianto, Juan, Pengacara Ade Traniti dan Terdakwa Hartin saat ngopi bareng di Kantin PN Batam, Rabu (25/7) sore.

Ia dijadikan terdakwa karena pada tanggal 5 September 2017 lalu, saat pemeriksaan di gudangnya, petugas BPOM menemukan pangan olahan yang tidak memiliki izin edar dari BPOM RI.

Saksi mengatakan, terdakwa menjualnya ke pasar-pasar, toko dan kedai yang ada di kota Batam.

Atas perbuatannya, oleh JPU Samuel Pangaribuan,SH, terdakwa diancam pidana pasal 142 Jo Pasal 91 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara.

Namun ada yang unik, di waktu saat sidang berlangsung, antara saksi dan PH terdakwa di sesi tanya jawab, tampak seru kedengarannya hingga membuat susuana sidang menjadi tegang.

"Maaf, bukan anda yang saya tanya! Kenapa anda yang jawab-jawab? Saya bertanya ke dia," kata PH terdakwa kepada saksi Juan saat sidang dengan ekspresi wajah marah.

Pertanyaan PH kepada kedua saksi saat itu tampak bertubi-tubi, sehingga saksi terlihat bingung mana diluan yang harus dijawab.

Begitu situasinya saat sidang, namun seusainya sidang berlalu, antara penasehat hukum, terdakwa dan 2 orang saksi itu, tampak kompak duduk ngopi bareng semeja di kantin PN Batam.

Ada dugaan semua pertanyaan yang dilontarkan PH dan jawaban saksi saat persidangan, diduga sebelumnya telah di setting sedemikian rupa agar terlihat wah saat sidang, diduga begitu juga dengan keberatan terdakwa.(Ag)