Tuesday, 26 June 2018

Terbukti Langgar Pasal 372 KUHP, Benediktus Beke Divonis 1 Tahun 4 Bulan

 

Sidang agenda putusan terdakwa Benediktus Beke, PN Batam, Selasa (26/6/2018).

Dinamika Kepri, Batam -  Terdakwa Benediktus Beke alias Beni sidang perkara penipuan uang sebesar Rp 184 juta milik Danuri saat kerjasama dalam bidang usaha Scafolding dan pemasangan pipa pada kapal milik PT Bandar Abadi, akhirnya divonis 1 tahun 4 bulan penjara oleh hakim pengadilan Negeri (PN) Batam, Mangapul Manalu, SH, Selasa (26/6).

Sebelum vonis dijatuhkan, disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yan Elhas Zeboa, SH dan Pesehat Hukum (PH) Terdakwa, Adam, SH, Hakim mengatakan bahwa terdakwa sah terbukti bersalah melanggar Pasal 372 KUHP tentang penipuan.

Terhadap putusan itu, Adam PH Terdakwa mengatakan, pikir-pikir. Sama halnya dengan JPU Yan Elhas, juga mengatakan yang sama, yakni pikir-pikir.

Mengenai jawaban pikir-pikir oleh PH terdakwa itu, usai sidang putusan, ketika awak media ini menanyakan,  apakah pihak tervonis akan melakukan upaya banding atas putusan itu, PH terdakwa, masih pikir-pikir.

" Masalah banding atau tidak, untuk saat ini masih kita pikirkan. Kita lihat nantilah, karena waktu untuk itu kita diberikan 14 hari," jawab Adam singkat.

Kronologis singkatnya, terdakwa dengan korban sebelumnya pada tanggal 30 Desember 2016 yang lalu melakukan kerja sama dalam pekerjaan dengan membuat perjanjian kontrak kerja borongan No.056/PIPING/HARBOUR TUG/H-296/XII/2016 PIPING dengan nilai proyek sebesar Rp 350 juta.

Saat itu, PT Global Teknik Persada mempercayakan saksi Kasianus Penperta untuk melakulan pengerjaan proyek pembuatan piping system 1 (satu) unit Harbour Tug ukuran 32 M (Hull:296) milik PT Bandar Abadi.

Lalu pada tanggal 22 Januari 2017  terdakwa menyetujui untuk mendanai proyek tersebut dengan biaya Rp 200 juta dengan ketentuan Rp 100 juta harus diserahkan kepada PT Global Teknik Persada sebagai deposit atau jaminan, dan sisanya akan dipergunakan untuk biaya operasional dan gaji karyawan.

Setelah itu, pada hari Kamis tanggal 19 Januari 2017, sesuai yang tertuang dalam surat perjanjian kerjasama usaha tanggal 19 Januari 2017 terdakwa dan saksi korban Danuri sepakat untuk melakukan kerjasama dalam bidang usaha Scafolding dan pemasangan pipa pada kapal milik PT Bandar Abadi.

Dalam perjanjian itu, Danuri selaku pihak pertama atau selaku pemilik modal lalu menyerahkan modal usaha sebesar Rp 200 juta kepada terdakwa  selaku pihak kedua (pengelola usaha=red) dengan perjanjian pembagian pihak pertama keuntungan usaha bersih 60 persen dan 40 persen untuk pihak kedua.

Namun setelah proyek dikerjakan, gaji pekerja tidak dapat bayar oleh Kasianus karena terdakwa hanya menyerahkan uang sebesar Rp 37 juta.

Akibat dari itu, PT Global Teknik Persada mendapat surat peringatan dari PT Bandar Abadi dikarenakan para karyawan yang mengerjakan proyek itu, melakukan aksi mogok kerja dan menagih gaji yang belum dibayarkan oleh PT Global Teknik Persada.(Ag)