Friday, 29 June 2018

Tangkapan BNN Pusat di Batam Tak Mau Dihukum Mati, Terdakwa: Saya Janji akan Bertoubat yang Mulia


Usia sidang tampak para terdakwa diborgol kembali, Kamis (28/6/2018).

Dinamika Kepri, Batam - Empat Terdakwa, Baihaki, Fakhrul, Fauzi dan Dedi Eryadi jaringan Narkotika terorganisir asal Aceh, hasil tangkapan BNN Pusat di Batam, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (28/6).

Pada sidang agenda mendengarkan keterangan saksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 6 orang saksi penangkap dari BNN Pusat  di antaranya Ahmad Andi Rifai dan Rachmat Sigit Navyono.

Saksi mengatakan, Fauzi dan Fakhrul ditangkap di Batam Center Foodcourt Jl. Daeng Kamboja Teluk Tering Batam Kota saat mengendarai mobil sedan Toyota Corona warna Gold No. Pol BP 1736 QZ.

Saat penangkapan dan digeledah, dari kendaraan yang dikendarai oleh terdakwa ditemukan kardus yang di dalamnya terdapat 3 buah kaleng Biskuit dan di dalam 3 kaleng biskuit terdapat 7 kemasan yang di dalamnya berisi 20 bungkus plastik bening berisi narkotika jenis sabu dengan berat brutto seluruhya sekitar 2.000 gram (2 kg).

Barang bukti Narkotika golongan 1 jenis sabu itu, disembunyikan di dalam jok bagian belakang mobil yang rencananya akan dibawa ke Bandara Hang Nadim dan akan dibawa oleh terdakwa Fahkrul ke Surabaya dengan menggunakan jasa penerbangan Lion Air.

Selanjutnya setelah dilakukan pengembangan dan mendapatkan keterangan dari Fahkrul bahwa narkotika diperoleh dari Bahaki, petugas BNN lalu membawa Fahkrul dan Fauzi ke rumah Baihaki di Puskopkar Blok B 18 No. 25 RT. 04 RW. 01, Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji, Batam.

Setelah Baihaki ditangkap, saksi kemudian membawa ke 3 terdakwa beserta barang buktinya ke kantor BNNP Kepulauan Riau, untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut, dan setelah dilakukan pengembangan lagi, Dedi Eryadi yang merupakan penghubung atau perantara diantara 3 terdakwa, kembali ditangkap.

Menurut saksi, Sabu yang hendak dibawa ke Surabaya itu awalnya, diambil Fakrul dari di pantai di daerah Tiban, Sekupang, Batam atas suruhan terdakwa Dedi Eryadi.

Mendengar semua keterangan para saksi, kepada hakim, ke 4 terdakwa membenarkannya. Dan bukan itu saja, kepada hakim lagi, para terdakwa juga mengaku kalau mereka telah 3 melakukan itu karena sebelumnya, mereka sudah behasil 2 kali melakukannya.

"Ini yang ketiga kalinya dan kami tertangkap, karena sebelumnya kami telah berhasil 2 kali," ucap para terdakwa jujur kepada hakim.

Selain itu, kepada majelis hakim para terdakwa juga memohon agar mereka tidak dihukum mati.

"Kami akan bertoubat yang mulia," jawab para terdakwa ketika ditanya hakim, apakah mereka sudah siap diancam hukuman mati.

Atas perbuatannya, para terdakwa ini diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (Ag)