Tuesday, 12 June 2018

Tak Tahan dengan Kesedihannya, Istri Almarhum Suwandro Nenggolan Teriak Histeris


Suasana duka cita di rumah duka almarhum Suwandro Nenggolan di Kampung Batak, Tiban Kampung, Sekupang, Batam, Selasa (12/6/2018) siang. Tampak istri almarhum menangis sejadi-jadinya.

Dinamika Kepri, Batam - Istri almarhum,  boru Pasaribu, terus memangis karena tak dapat menahan kesedihan atas kepergian mendadak suami tercintanya Suwandro Nenggolan.

Teriak histeris ibu 3 anak itu, memecah keheningan di mana saat para wartawan rekan-rekan mediang semasa hidup, datang melayat, Selasa (12/6/2018) siang.

"Lihatlah, kawan-kawanmu sudah datang. Ternyata kawan-kawanmu banyak, bangunlah pa! Lihatlah mereka ini, jangan biarkan aku sendiri menghadapinya," ucap istri almarhum sembari menangis dengan penuh deraian air mata.

Baca juga: RIP, Pimpinan Media Online Samjonews Meninggal Dunia

Rombongan Budi Mardianto.
Mendengar ucapan itu, membuat semua yang hadir spontanitas menesteskan air mata dengan penuh duka cita.

Prosesi acara melayat ini adalah prosesi terakhir sebelum jasad almarhum dikebumikan di TPU Sei Tamiang, Batam.

Tak hanya para wartawan yang mengenal almarhum, Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardianto, SE juga hadir melayat kepergian sosok sang wartawan yang dikenal kritis dalam  pemberitaan ini.

" Terakhir kali saya bertemu dengan almarhum ini, saat ia meminta tanggapan saya soal lokasi lahan tempat tinggalnya yang rencananya akan digusur oleh salah satu pengembang di Batam. Sebatas yang saya kenal, beliau ini orangnya sangat getol mencari informasi, termasuk dalam permasalahan lahan tersebut," ucap Budi.

Rombongan wartawan.
"Buat keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, sabar dan tetap di dalam lindungan Tuhan yang kuasa, serta almarhum diterima disisinya. Atas nama pribadi, saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya," ucap Budi lagi saat memberikan kata motivasi penyemangat kepada keluarga yang tengah dirundung duka.

Sekitar pukul 15:15 WIB, Almarhum dikebumikan di TPU Sei Tamiang dengan dihadiri seluruh pihak keluarga, baik orangtua (Ibu) maupun saudara dan kerabat keluarga rumpun mendiang.

Suwandro Nenggolan meninggal pada hari Minggu 10 Mei 2018 pagi setelah jatuh di kamar mandi.

Sempat dibawa ke Rumah Sakit, namun saat diperjalanan, Suwandro sudah menghembuskan nafas terakhirnya, pasalnya saat diperiksa dokter, jantungnya sudah tidak berdenyut lagi.

Menurut informasi yang diterima awak media ini, katanya sebelum jatuh di kamar mandi, Suwandro mengeluhkan sakit di dada kepada istrinya.

Mendengar keluhan suminya, boru Pasaribu lalu memberikannya air hangat dicampur bawang putih, namun setelah meminum air hangat itu, suaminya mual pingin muntah lalu pergi ke kamar mandi dan lalu terjatuh dengan wajah ke bawah menghadap lantai.

Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa pemilik Media Online Samjoinews.com tersebut, diduga sudah lama mengidap penyakit angin duduk (angina) lantaran kerap lupa makan, keseringan minum kopi dan sering begadang saat melakukan profesinya sebagai wartawan.

Kepergian almarhum ini meninggalkan 1 istri dan 3 anak, yang sulung kelas II SMU dan yang bungsu berumur 1 tahun 3 bulan.

"Selamat jalan sobat, selamat jalan kawan dan selamat jalan saudaraku, tugasmu telah berakhir," ucap para wartawan sembari berlinang air mata.(Ag)