Tuesday, 5 June 2018

Soal Gelper, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Tidak Merespon


Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardianto, SE., MM tengah diwawancara para awak media beberapa waktu lalu.

Dinamika Kepri, Batam - Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardianto, SE., MM  merekomendasikan agar Gelanggang Permainan (Gelper) yang ada di kota Batam ditutup.

Rekomendasi itu disampaikan Komisi I DPRD Kota Batam kepada Dinas Penanaman Modal (DPM)  Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Alasan pentutupan itu, karena keberadaan Gelper di Kota Batam dinilai sudah menyalahi fungsinya.

Menurut pantuan awak media ini dilapangan sejak tanggal 1, 2 dan 3 Juni 2018 atau tepatnya di pertengahan bulan suci Ramadhan, dinilai bukan lagi menyalahi fungsinya, namun sudah mengangangkangi aturan sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota (Perwako) Batam No.21 tahun 2010 tentang Tempat Hiburan Malam (THM) selama bulan suci Ramadhan dengan Ketentuan THM tutup sembilan hari sepanjang Ramadhan dengan pola 3-3-3 yakni 3 tutup hari sebelum puasa, 3 hari tutup di pertengahan (15 hari puasa) dan 3 tutup hari menjelang lebaran.

Demikian menurut aturan Perwako Batam yang seyogianya harus dipatuhi, namun nyatanya di pertengahan bulan puasa ini,  Gelper tidak yang ada tutup, malah tetap beroperasi seperti biasa.

Kendati tim trantipsudah menyuruh tutup dengan menyambangi setiap lokasi Gelper, terlihat tidak ada yang mengindahkanya, pasalnya setelah petugas pergi, selang 5 menit berlalu, Gelper buka lagi.

Menanggapi tentang adanya pengangkangan Perwako Batam No.21 tahun 2010 oleh para pengelolan Gelper-Gelper tersebut, ketika awak media ini meminta tanggapan kepada Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardianto, SE yang sebelumya getol ingin menutup Gelper di Batam, tidak menjawabnya.

Begitu juga dengan Kasi Trantib (Ketentraman dan Ketertiban) Satpol PP Kota Batam Imam Tohari, ketika dikonfirmasi apa sanksi bagi pengelola Gelper yang tidak mengikuti aturan Perwako Batam No.21 tahun 2010, Imam Tohari juga tidak menjawabnya.

Ketika awak media kembali  ini menayakan hal yang sama kepada Kabag Humas Pemko Batam Yudi Admadji, mantan Camat Bengkong itu menjawab, otoritas mengenai penertiban Gelper tersebut ada pada Satpol PP Kota Batam.

"Aturan itu bukan hanya kepada usaha Gelper saja, tetapi kepada seluruh usaha tempat hiburan malam. Untuk lebih jelasnya bisa tanyakan langsung kepada Kasi Trantib, Imam Tohari," jawab Yudi, Senin (4/6/2018) sore..

Pantuan awak media di lokasi  Gelper, tampaknya saat ini, para pengelolanya sudah tampak tidak patuh pada aturan lagi. Gelper buka tutup, kesannya seperti kucing-kucingan.(Ag)