Friday, 1 June 2018

Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Tua ini Dihukum 8 Tahun Penjara


Terdakwa Abdul Rahman. 

Dinamika Kepri,  Batam - Karena terbukti menyetubuhi anak dibawah umur,  Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, akhirnya memvonis terdakwa Abdul Rahman 8 tahun penjara, Kamis(31/05).

Perbuatan kakek yang usianya mendekati uzur ini, sempat membuat hakim geram, pasalnya anak yang disetubuhinya merupakan anak keterbelakangan mental.

Parahnya, terdakwa Abdul Rahman (79) merupakan warga negara Singapura yang memaksa korbannya melayani nafsu bejatnya.

“Berapa usia bapak, waduh segeralah bertobat,” ujar majelis hakim anggota di PN Batam.

"Atas perbuatan bapak, bapak dihukum 8 tahun penjara serta denda 100 juta rupiah dan atau subsider 3 bulan penjara," lanjut hakim

Atas putusan majelis hakim tersebut, terdakwa setelah berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Tak hanya penasehat hukum tervonis, JPU juga menyatakan hal yang sama, yaitu pikir-pikir.

Sebelumnya, Terdakwa Abdul Rahman diduga telah melakukan persetubuhan secara paksa terhadap korban dirumahnya di Batam Center, Batam, sekira bulan Juli 2017 lalu.

Sesuai SIPP PN Batam, awalnya saksi IT bercerita dengan korban yang masih berumur 14 tahun kemudian tiba-tiba korban mengatakan bahwa dirinya telah dipegang-pegang oleh terdakwa Abdul Rahman Bin Amat yang tinggal dirumah saksi.

Sebelumnya korban pernah mendengar terdakwa dan saksi Afrita Bin Muhidin pernah meminta kekurangan uang kepada terdakwa lalu saksi IT menanyakan perihal tersebut kepada saksi F lalu saksi AT mengatakan pernah melihat korban dan terdakwa tidak menggunakan celana dan kolor diatas tempat tidur .

Lalu saksi IT menanyakan kepada korban kejadian tersebut dan korban mengatakan bahwa terdakwa pernah berada diatas tempat tidur terdakwa dan melihat terdakwa juga sudah berada diatas badan korban dalam keadaan tidak memakai celana dan celana dalam begitu juga korban sudah tidak memakai celana dan celana dalam lagi.

Sebelum korban ditarik keatas tempat tidur, korban sempat diancam terdakwa apabila tidak mau bersetubuh dengannya maka ibu korban akan dibunuh sehingga korban merasa ketakutan dan terdakwa juga mengatakan bahwa terdakwa ada memasukkan penis terdakwa ke dalam lubang vagina korban.

Setelah itu menggoyanggoyangkan pantatnya selama 2 menit dan terdakwa mengeluarkan cairan sperma diluar vagina korban.Akibat perbuatan terdakwa tersebut akhirnya terdakwa dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Bahwa berdasarkan Hasil Visum et Repertum Nomor : 071/RS-KSI/ VR/X/2017 tanggal 24 Oktober 2017 yang diperiksa dan ditanda tangani oleh Dr.Fajri Israq, MMRSDokter pada Rumah Sakit Kasih Sayang Ibu Kota Batam.

Menyatakan pada pemeriksaan dengan kesimpulan berdasarkan hasil pemeriksaan dijumpai adanya pada selaput dara ditemukan robekan pada arah jam 5, 6, 7 dan 11 akibat penetrasi benda tumpul dimungkinkan terjadi pada waktu yang sudah lama, dan telah terjadi resolusi pada bibir selaput dara.

Atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 82Ayat (2) Undang- undang Republik Indonesia No 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang – undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.(Ag/Di)