Friday, 29 June 2018

Ronald Direktur PT. Dynamic Overseas Disidangkan Kembali, Korban: Waktu itu Tak ada yang Mau Menolong Saya


David Christohper.

Dinamika Kepri, Batam - Saksi korban David Christohper, korban insiden Kapal Tanker MT. Succes Energy XXXII terbakar di PT ASL Tanjung Uncang pada tahun 2016 lalu, saat bersaksi tak bisa menahan kesedihannya, sehingga saat memberikan kesaksian di depan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Batam, saksi meneteskan air matanya, Kamis (28/6/2018).

Korban terbakar yang sebelumnya bekerja di PT. Dynamic Overseas sebagai Welding pada tahun 2016 lalu itu, dengan rinci mengisahkan kepedihan yang dialaminya sejak ia mengalami peristiwa tragis tersebut.

"Waktu saya terbakar itu, satu pun tak ada orang yang mau menolong saya. Waktu saya keluar dari tanki, seluruh tubuhku terbakar. Untung saja saat itu ada supir mobil lori yang lewat dan mau membawa saya ke RS Embung Fatimah," kata saksi sedih.

Terdakwa Ronald Robert Alexzander Mangera dan Dewi Wulandari

Disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang Manurung, SH, Hakim Dr.Syahlan, SH, kedua terdakwa yang merupakan pasangan suami istri, Ronald Robert Alexzander Mangera selaku Direktur Utama PT. Dynamic Overseas dan Dewi Wulandari sebagai Komisaris perusahaan serta disaksikan 2 penasehat hukum terdakwa, saksi menunjukan luka bakar yang ada di tubuhnya.

"Inilah bekasnya yang mulia, saat itu api membakar seluruh tubuh saya, tapi tak ada mau menolong saya," ucap saksi David Cristohper.

Ia mengaku, baru 2 hari bekerja di perusahaan tersebut, lalu di hari ketiganya ia mengalami peristiwa tragis itu.

Kejadian kebakaran tanki itu terjadi saat ia melakukan welding (penyambungan besi=red) di dalam tanki kapal yang beraroma bensin.

Katanya, ia melakukan welding saat itu atas perintah dari Jamsir Limbong oleh pihak PT. Dynamic Overseas.

Ketua Hakim PN Batam, Dr.Syahlan, SH.

Kendati ia sudah menolak untuk mengerjakannya, namun Jamsir Limbong tetap memaksanya dengan alasan bahwa lokasi yang akan dikerjakannya itu sudah aman karena sebelumnya sudah dilakukan penyiraman dengan air.

"Sebelumnya aku sudah menolak untuk melakukan pengelasan. Aku menolak karena di dalam tanki itu baunya uap bensin. Namun Jamsir mengatakan tak apa-apa, karena dia atasan saya, makanya aku lakukan. Lalu tak lama setelah itu, tak tahu api dari mana, tanki pun terbakar dan apinya membakar tubuh saya. Dengan tubuh terbakar lalu saya keluar dari tanki, tapi saat iti ada orang yang mau menolong saya," kenangnya.

Kata saksi lagi, ia melaporkan hal kejadian itu kepada polisi (Polda Kepri=red) lantaran pihak perusahaan tempat ia bekerja itu, selama menjalani perobatan, tidak pernah memperdulikannya.

Baca jugaTerdakwa Ronald Robert dan Dewi Wulandari PT Dynamic Overseas Jalani Sidang Pertama

Adapun pembayaran perobatannya selama di RSUD Embung Fatimah, kata dia itu semua ditanggung oleh saudaranya yakni orang yang sebelumnya memasukannya kerja di perusahaan Subconnya PT. ASL itu.

Saksi juga mengatakan rasa kekesalannya terhadap seorang dokter, Dr. Shelly Madona Diaprie, SP. BP, Dokter Spesialis Beda Plastik di Awal Bros yang mana selalu menyuntiknya dan memaksakannya agar bisa segera bekerja kembali.

"Tiap hari saya disuntik oleh dokter Shelly dan selalu memaksa saya supaya bekerja kembali. Pikir saya saat itu, bagaimana saya bekerja sedangkan kondisiku belum sehat sepenuhnya, karena luka bakar yang saya alami begitu menyakitkan, sebab 45 persent kondisi tubuhku mengalami bekas luka bakar dan gatal jika terkena suhu panas," ucap saksi.

Kepada hakim, terdakwa Dewi Wulandari mengatakan, kalau ia maupun suaminya, sama sekali tidak pernah memerintahkan siapapun untuk melakukan welding di kapal Tanker MT. Succes Energy itu.

"Saya kebaratan jika dikatakan telah memerintahkan untuk pengerjaan kapal itu, sebab kami tidak pernah menerima kontrak kerja untuk pengerajaan kapal tersebut," kata terdakwa Dewi yang tidak ditahan itu.

Diduga seperti ingin bermanuver, sebelum sidang keterangan saksi korban ini berakhir, pihak terdakwa melalui penasehat hukumnya mengatakan, agar pengobatan saksi dapat dilanjutkan.

"Kalau bisa saudara saksi perobatannya dilanjutkan lagi," anjur penasehat hukum terdakwa seperti merasa kasihan.

Setelah mendengarkan keterangan saksi korban ini, sidang lalu diundur hakim hingga 1 minggu ke depan dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi yang lain.

Baca jugaLima Pekerja Galangan Kapal Tewas, Begini Kronologis Kejadiannya

Usai persidangan, kepada media ini, Davit Cristohper mengatakan bahwa orang memerintahkan ia bekerja di tanki   waktu itu, saat ini kata dia orang tersebut sudah mengundurkan diri dari PT. Dynamic Overseas.

"Tak lama Setelah kejadian saya terbakar itu, kudengar informasi orang itu langsung mengundurkan diri," kata David.

Menanggapi adanya anjuran pihak terdakwa agar David kembali melanjutkan perobatannya, pihak keluarga yang juga sebelumnya ikut menyaksikan sidang itu mengatakan, merasa aneh dengan anjuran itu.

"Maksudnya apa itu, Iya saya juga heran tadi mendengarnya. Kok malah nyuruh berobat. Lalu selama ini kemana, kenapa sebelumnya tidak perduli, kalau mereka peduli, mungkin tak seperti ini," ucap ibu Sitepu.

Dalam perkara ini, kedua terdakwa Ronald Robert Alexzander Mangera dan Dewi Wulandari, diancam pidana pasal 360 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara denda Rp 400 juta atau pasal 186 ayat (1)  jo Pasal 35 ayat (3) Undang-Undang  Republik Indonesia  Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.(Ag)