Sunday, 10 June 2018

Minta Status Permanen, Mogok Kerja Buruh PT. Taicheng Didatangi Preman

 

Puluhan buruh PT. Taicheng Development tengah melakukan mogok kerja dengan membuat tenda di depan perusahaan, Sabtu (9/6) malam.

Dinamika Kepri, Batam - Aksi mogok kerja buruh perusahaan PT. Taicheng Development yang menuntut status untuk diparmanenkan, sampai saat ini masih berlangsung, Sabtu (9/6/2018) malam.

Mogok kerja ini sudah berlangsung 3 minggu yakni sejak tanggal 14 Mei 2018 yang lalu.

Katanya, kendati perwakilan buruh sudah berulang kali melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan, namun sampai saat ini, belum ada jawabannya.

"Belum ada jawaban, padahal sudah berulang kali pertemuan," kata Manik seorang buruh.

Akibat aksi mogok kerja ini, diduga telah membuat aktifitas produksi perusahaan yang memproduksi kasur tersebut, lumpuh total, pasalnya para buruh dalam aksinya juga mendirikan tenda di depan pintu keluar masuk perusahaan.

Perusahaan beralamat di Kawasan Industri, Sekupang, Batam ini, terpantau 24 jam sehari ditongkrongin para buruh.

Bahkan kemarin pada hari Jumat (8/6) sore jelang buka puasa, sempat terjadi keributan antara buruh dengan orang diduga sewaan dari pihak perusahaan.

" Ya benar, kemarin kami telah bentrok dengan preman sewaan perusahaan. Bentrok itu terjadi karena mereka berusaha ingin membongkar tenda. Kami tak terima, akibatnya perlawanan buruh pun terjadi. Dari kami ada 4 orang buruh yang jadi korban, sementara para preman itu langsung diamankan polisi dan dibawa ke Polresta Barelang untuk diproses," ungkap Manik.

Kata Manik lagi, meraka yang melakukan aksi mogok kerja tersebut adalah para pekerja yang sudah lama mengabdi di PT. Taicheng Development.

"Diaksi ini kami hanya meminta agar status kami sebagai pekerja yang sudah puluhan tahun mengabdi, dapat dipermanenkan oleh pihak perusahaan. Itu saja. Dan kami akan terus melakukan aksi mogok ini sampai permintaan hak kami disanggupi," ujar Manik koordinator aksi mogok itu.

Adapun jumlah buruh yang melakukan aksi ini, ada sekitar 60 orang. Kata Manik,  Rata-rata dari mereka sudah bekerja di atas dari 5 tahun.

" Yang mogok ini, sudah bekerja lebih dari 5 tahun, bahkan sebagian ada yang sudah puluhan hingga belasan tahun, namun statusnya kerjanya masih kontrak. Nah itu yang kami perjuangakan," tutupnya.

Pantuan wartawan media ini di lokasi, para buruh yang sudah berumah tangga, diaksi ini juga terlihat membawa anak-anaknya.(Ag)