Thursday, 21 June 2018

Merasa Ditipu Leasing BFI, Eston Ginting: Saya akan Melaporkannya ke YLKI


Eston Ginting.
Dinamika Kepri, Batam - Lantaran merasa ditipu, Eston Ginting seorang nasabah leasing di Batam mengatakan,  akan melaporkan PT. BFI Finance Indonesia Tbk Cabang Batam ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

"Saya telah ditipu oleh PT. BFI Finance Indonesia ini. Makanya saya akan melaporkannya ke YLKI dan BPSK," kata Eston, Kamis (21/6) sore.

"Kenapa saya melaporkan perusahaan Leasing itu ke YLKI, jelas karena mereka tidak komitmen dalam perjanjiannya. Gimana ceritanya nunggak sebulan mobil bisa langsung ditarik sementara BPKB nya mereka pegang. Dan anehnya lagi, katanya mobil dapat diambil kembali, tetapi saya harus membayar seluruh sisa angsuran kredit, aturan dari mana itu?," lanjutnya.

Kepada media ini, Eston mengatakan,  sebelumnya di tahun 2017, ia meminjam uang ke Leasing yang beralamat di Blok B No.11, Komplek Mahkota Raya, Jl. Raja H. Fisabilillah, Taman Baloi, Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau itu sebesar Rp 106 juta dengan jaminan BPKB mobil dengan masa angsuran 36 Bulan (3 tahun=red) yakni Rp Rp 4.013.000/bulan.

Sejak dari saat itu sampai tahun 2018 ini, angsuran kredit sudah berjalan 8 bulan. Namun pada bulan Mei 2018, ansuran menunggak.

Tampak para wartawan berkumpul di depan Kantor BFI Komplek Mahkota Raya, Jl. Raja H. Fisabilillah, Taman Baloi, Batam, Kamis (21/6/2018).
Karena menunggak, katanya pihak Leasing telah mengingatkan dengan mengirimkan surat peringatan (SP) pertama, namun SP pertama itu tidak pernah diterimanya.

"SP kedua saya terima, tapi SP yang pertama, sama sekali tidak pernah saya terima," ungkap Eston.

Setelah SP kedua itu, kata Eston, seorang karyawan Leasing dari BFI bernama Bermen meminta kepadanya untuk menarik mobil sebagai jaminan sebelum membayar tunggakan, dan saat itu Eston pun menyetujuinya.

"Sebelum menarik mobil, Bermen mengatakan tidak ada masalah menarik mobil karena sifatnya hanya sebagai jaminan sementara, dan mobil bisa diambil kembali jika tunggakan sudah dibayarkan. Itu kata dia waktu itu, Tapi nyata bohong, karena ketika saya ingin membayar tunggakan itu, pihak BFI malah menyuruh saya harus membayar seluruh sisa angsuran kredit pinjaman karena jika tidak, mobil tidak akan dikembalikan, maksud apa coba? Saya menduga mereka ingin mencoba menipu saya," kata Eston lagi.

Sebelum mengakhiri, Eston Ginting yang juga Pimred Media Cetak Sinar Kepri itu mengatakan, kalau dirinya tak akan tinggal diam dalam masalah tersebut.

Katanya ia akan terus berjuang sampai tabir kebenaran itu terbuka, sebab ia menduga, bahwa cara-cara yang dilakukan oleh perusahaan Leasing itu adalah cara-cara untuk menjerat para nasabah demi keuntungannya.

"Nunggak sebulan, tapi minta bayar semua, jelas tak sangguplah. Tujuannya apa? Pasti ada maksud lain. Lah..ini tidak bisa dibiarkan, harus kita bongkar agar permain-permainan kotor seperti ini tidak menyusahkan nasabah yang lain," tutupnya.(Ag)