Monday, 25 June 2018

Langgar Kode Etik, 9 Personil Polisi dari Polda Kepri Diberhentikan tidak Hormat

 

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S Erlangga.

Dinamika Kepri, Batam - Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S Erlangga di ruang kerjanya menerangkan tentang Data Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) Personil Polri Polda Kepri, Senin (25/6/2018).

Atas pelanggaran Pidana maupun Kode Etik yang dilakukan oleh anggota Polri, pimpinan Polri Polda Kepri telah melakukan pemberhentian tidak dengan hormat atas anggota yang melanggar terdiri dari masing-masing Satker Polda Kepri dan Jajaran Polres Polda Kepri antara lain:
  1. Leonardus Gultom, Pangkat Terakhir Brigadir Polisi.
  2. Renaldi, Pangkat Terakhir Brigadir Polisi.
  3. Herika Asiswa, Pangkat Terakhir Brigadir Satu Polisi.
  4. Fernandes, Pangkat Terakhir Brigadir Polisi.
  5. Wan Ari Syahputra, Pangkat Terakhir Brigadir Polisi.
  6. Rendra AP. Manihuruk, Pangkat Terakhir Brigadir Satu Polisi.
  7. Sarsono, Pangkat Terakhir Brigadir Satu Polisi.
  8. Yuli Yanto, Pangkat Terakhir Brigadir Satu Polisi.
  9. Freddy Mangasi Butar-Butar, Pangkat Terakhir Brigadir Polisi Kepala.
"Setelah dikeluarkannya surat keputusan pemberhentian oleh Kapolda Kepri, maka anggota tersebut, bukan lagi menjadi anggota polri, dan sudah kembali ke masyarakat sipil biasa," terang Kombes Pol Drs. S Erlangga.

"Dihimbau kepada masyarakat Kepri agar tidak mudah terpengaruh dengan yang mengaku-ngaku sebagai anggota Polri, melakukan tindakan-tindakan yang melanggar aturan ataupun tindakan kriminal, serta tindakan lainnya seperti mengaku bisa meluluskan calon yang akan masuk Polisi, Apabila ditemukan segera dapat melaporkan ke kantor Polisi terdekat," lanjutnya.

Sebelum mengakhiri, kepada masyarakat diingatkannya, bahwa anggota Polri yang bertugas dilapangan selalu dibekali dengan bentuk indentitas diri yang diketahui oleh pimpinannya berupa tanda pengenal diri, dan surat perintah tugas.(Ril)