Friday, 29 June 2018

Diduga Konpensasi Cair, Walau Banjir Warga Senyap, Tak Terima Anak ini Ambil Kendali


Dinamika Kepri, Batam - Diduga setelah warga Senjulung Kabil menerima konpensasi dari PT. Kaliban Bangun Perkasa, kini warga di sana tidak lagi mempersoalkan banjir yang terjadi, Sabtu (29/6).

Sebelumnya, pada tanggal 29 Maret 2018 yang lalu, puluhan warga perwakilan dari warga RW 16, 17 dan RW 21 Kelurahan Senjulung Kabil, Noungsa, Batam, saat itu berkoar-koar pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak PT. Kaliban Bangun Perkasa di Komisi I DPRD Batam.

Saat itu, RDP dilakukan karena PT. Kaliban Bangun selaku pengembang,  dituding telah melakukan kesewenangan dengan tidak memperdulikan kepentingan masyarakat setempat, dengan alasan  adanya penutupan akses jalan yang dilakukan oleh pengembang saat melakukan penimbunan danau di Senjulung, sehingga menimbulkan kebanjiran yang cukup parah, karena tidak adanya dreinase, begitu sebelumnya.

Pantuan media saat ini, walau banjir terjadi, tampak warga tidak ada lagi yang mempermasalahkannya.

"Saya pun tak mengerti mengapa bisa seperti itu. Padahal dulu paling ribut, tapi sekarang, walaupun banjir aku lihat, tapi pada adem ayem semuanya. Dan yang paling parahnya lagi, saya selaku kuasa hukum warga yang diberikan surat kuasa, tidak dianggap lagi. Bahkan ada yang mengatakan, kalau saya bukan kuasa hukum mereka," kata Nixson Sihombing, SH.

Tak hanya itu, menurutnya lagi, katanya sesudah RDP itu berakhir, besoknya para pengurus yang sebelumnya paling vokal koar-koar, malah makan bersama dengan pihak pengembang.

Melihat tidak ada lagi orang dewasa yang perduli dengan lingkungannya, seorang anak yang masih polos, akhirnya memosting foto di media sosial FB dengan memegang kertas bertuliskan minta tolong kepada walikota agar banjir di daerahnya di RT 03/RW 21 Kavling Bida Kabil Senjulung, Punggur, dapat teratasi.(Ag)