Tuesday, 26 June 2018

Katanya Cari Modal Usaha, Nazaruddin Latif Memilih Jadi Kurir Sabu


Usai sidang terdakwa Nazaruddin Latif (baju merah) diborgol kembali.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Nazaruddin Latif alias Abu bin Abdul Latif yang sebelumnya diamankan oleh petugas Bea dan Cukai di Terminal Keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam, hari ini sidang perdananya digelar di Pengadilan Negeri Batam, Senin (25/6).

Terdakwa ini saat itu diamankan saat memasuki pintu Masuk Metal Detector/ Pemeriksaan Badan Terminal Keberangkatan Bandara, karena gerak-geriknya yang mencurigakan.

Terdakwa pria asal Aceh ini ditangkap pada tanggal 30 Nopember 2017 lalu, dengan barang bukti Narkotika jenis sabu seberat 719 gram yang disembunyikan di tapak sepatu dan di celana dalam yang dipakainya, dan saat itu selanjutnya terdakwa diserahkan ke Penyidik Ditresnarkoba Polda Kepri guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kepada Hakim terdakwa mengatakan, barang haram itu akan dibawanya ke Medan dengan menggunakan jasa penerbangan pesawat Lion Air. Sedangkan upah yang akan dia terima dari Narkoba itu, yakni sebesar Rp 28 juta.

"Barang itu akan saya bawa ke Medan, sedangkan upahnya Rp 28 juta yang mulia," kata terdakwa.

Pengakuan terdakwa lagi, kalau  ia sudah 1 tahun ini menekuni kegiatannya sebagai kurir sabu, dan baru kali ini tertangkap.

" Sudah 1 tahun yang mulia, dan baru ini tertangkap. Ini aku lakukan untuk mengumpulkan modal usaha," kata terdakwa.

Tak hanya itu, selain memiliki barang bukti Narkotika golongan 1, nilai harta kekayaan saldo akhir yang terdapat pada rekening milik terdakwa sebesar Rp 1.290.852.952 (satu miliar dua ratus sembilan puluh juta delapan ratus lima puluh dua ribu sembilan ratus lima puluh dua rupiah) yang diduga merupakan uang dari tindak pidana Narkotika, juga diblokir dan dijadikan sebagai barang bukti.

Dalam perkara ini, terdakwa diancam pidana pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2), pasal 137 huruf a dan b UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam pidana dalam Pasal 3 Jo Pasal 10 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.(Ril)