Friday, 8 June 2018

Dituduh Lakukan Cabul, Tak Terbukti Nazarrudin Naim Dibebaskan


Nazarrudin Naim.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Nazarrudin Naim (72) sidang perkara dugaan melakukan asusila terhadap anak, akhirnya divonis bebas oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (6/6) sore. Terdakwa ini dibebaskan karena tidak terbukti bersalah.

"Karena tidak terbukti bersalah, maka terdakwa Nazarrudin Naim dibebaskan dari tuntutan," baca Hakim Hera Polosia Desteny.

Terdakwa yang akrab dipanggil Pak Wo dan kurang pendengaran itu, awalnya tidak mengetahui kalau dirinya divonis bebas oleh hakim. Tetapi setelah penasehat hukumnya memberitahukan divonis bebas, terdakwa pun langsung bersujud syukur dilantai ruang sidang PN Batam.

Tidak terima terdakwa divonis bebas, JPU pengganti, Samuel Pangaribuan kepada hakim mengatakan, akan melakukan Kasasi.

"Kami akan melakukan kasasi yang mulia," jawab Jaksa Samuel Pangaribuan, ketika ditanya hakim Hera Polosia Desteny apa jawaban JPU terhadap putusan itu.

Oleh JPU, Nazarrudin Naim sebelumnya didakwa dengan pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara denda Rp 50 juta subsider kurungan 6 bulan penjara jika denda tidak dibayar.

Atas hasil putusan itu, usai persidangan kepada media penasehat hukum terdakwa, Philipus Harapenta Sitepu dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron, sangat mengapresiasi keberanian dari majelis hakim untuk membebaskan terdakwa.

"Kami sangat mengapresiasi keberanian majelis hakim, dan memang karena  terdakwa tidak melakukan apa seperti yang dituduhkan," kata Philipus.

Lanjutnya, dakwaan yang didakwakan oleh Jaksa terhadap kliennya juga tidak terbukti, sebagaimana terdakwa dituduh melakukan persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak korban inisial AR sekitar bulan Februari 2017 lalu di Tanjung Sengkoang, RT 03, RW 02, Batu Ampar, Batam.

Menurutnya, keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU dipersidangan,  berbelit-belit dan berubah-ubah. Bahkan ada saksi yang tidak dapat dihadirkan dipersidangan.

“Salah seorang saksi di BAP bersaksi bahwa saksi telah melihat terdakwa melalui jendela, namun saksi tersebut sudah setahun pindah dari TKP sebelum peristiwa terjadi,” ungkapnya.

Sebelum pergi meninggalkan PN Batam, Istrinya NN  yang selalu terlihat mendampingi suaminya selama dipersidangan, juga meluapkan kebebasan suaminya dengan berurai air mata.

“Kebenaran itu memang ada dan kami yakin itu dan terbukti hakim membebaskan orangtua kami,” kata pihak dari keluarga Nazarrudin Naim.

(Ag/Al/Di)