Tuesday, 12 June 2018

Ditanya Soal Dana Insentif Honorer yang Tak Disalurkan Selama 6 Bulan, Pejabat Pemko Batam Pilih Bungkam

 

Ilustrasi, sumber foto teropong indonesia.

Dinamika Kepri, Batam - Dana insentif Non PNS yang seharusnya dibagikan Pemerintah Kota (Pemko) Batam tiap bulan kepada para Guru Honorer di Kota Batam, ternyata sejak bulan Januari sampai bulan Mei 2018 ini, tidak pernah disalurkan lagi.

Kendati selalu dijanjimaniskan akan segera disalurkan, namun tidak ditepati, akibatnya para guru Honorer yang berekonomi serba terbatas, jadi kecewa.

"Sudah 6 bulan ini kami tidak lagi menerima dana insentife dari Pemko Batam. Sejak bulan Januari 2018 sampai Mei ini tidak pernah disalurkan lagi. Katanya akan segera disalurkan, tapi nyatanya sudah 6 bulan tidak ada," ujar seorang guru honorer yang mengajar di salah satu yayasan pendidikan di Batam, Selasa (12/6/2018).

Mengenai hal itu, ketika dikonfirmasi awak media ini kepada pelaksana tugas (Plt) Kadisdik Batam Hendri Arulan via WhatsApp (Wa), Plt  Disdik Batam yang menggantikan Muslim Bidin itu, tidak menjawab.

Begitu juga dengan Walikota Batam H.Muhammad Rudi, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, Sekda Kota Batam Jefridin, dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Batam, M Sahir, ketika dikonfirmasi, juga tidak menjawab.

Dengan tidak menjawab, ada dugaan mereka memilih bungkam dalam hal ini.

Menurut dari nara sumber guru honorer yang tidak mau disebutkan namanya,  kepada media ini mengatakan harapannya, ia meminta agar Pemko Batam dapat menyalurkannya dana Intensif tersebut karena gaji yang diterima yayasan pendidikan tempatnya mengajar tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluargannya.

"Kalau tak bisa sekaligus, ya diangsur saja. Bukan apa-apa, karena gaji bulanan yang kami terima dari yayasan, sangat minim dan tak mampu untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari," kata wanita yang sudah honor lebih dari 2 tahun itu sedih.

Pantuan media selama ini, para pegawai dilingkungan Pemko Batam, tampak sangat takut mengeritik kebijakan Pemko Batam.

Dan bukan hanya pegawai yang sudah menyandang pegawai tetap di Pemko Batam, honorer juga demikian. Terbukti dari nara sumber ini, ia tidak mau namanya dituliskan, sebab Ia tak mau dari keluhannya ini akan menimbulkan intervensi pihak-pihak kepadanya.

"Nama saya jangan ditulis ya bang! Takutnya nanti saya ada yang intervensi," tutupnya.(Ag)