Wednesday, 20 June 2018

Diduga Serobot Lahan 44 Hektar, Hasnan alias Asiong Dipolisikan


Galang Baru, Barelang.
Dinamika Kepri, Batam - Tim Penasehat Hukum Suwardi Tarman, Syafruddin Nasution & Partner, akhirnya angkat bicara dan melaporkan Hasnan alias Asiong ke Polisi diduga karena telah melakukan penyerobotan tanah seluas 44 Hektar milik kliennya di jembatan 6 Galang Baru, Barelang.

Saat ini lahan itu telah dikuasai PT Galang Island Star perusahaan milik Asiong.

Menurut Syafruddin Nasution, bahwa kliennya, orang yang menguasai dan memanfaatkan tanah sebagaimana diatur oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga diakui penguasaannya oleh hukum.

"Klien kami memperoleh tanah tersebut berdasarkan jual beli pada tahun 2002," ujar Syafruddin Nasution melalui press rilisnya, Selasa (19/6/2018).

Kata Syafruddin, sekarang ini dimasukkan menjadi asset perusahaan PT Galang Island Star. Tindakan Hasnan alias Asiong yang menguasai dan membangun bangunan diatas tanah milik Klienya merupakan tindakan melawan hukum dalam kualifikasi tindak pidana.

"Berdasarkan ini, klien kami sebelumnya telah membuat Laporan Polisi tentang Penipuan dan Penggelapan sebagaimana di atur dalam Pasl 378 dan Pasal 372 KUHP berdasarkan Laporan Polisi: LP-B 1478/XI/2015/Kepri/SPK-Polresta Barelang tanggal 19 Nopember 2015," tuturnya.

"Klien kami adalah pemilik sah atas tanah seluas 44 Hektar yang sebagian diantaranya seluas 12 Hektar lebih di kuasai oleh Hasnan alias Asiong secara melawan hukum," ujarnya kembali.

Kata Syafruddin lagi bahwa tindakan Hasnan alias Asiong secara nyata telah merugikan klienya baik secara materibmaupun immateriil.

Menurutnya, tindakan Asiong dengan menguasai tanah milik kliennya dengan cara-cara melawan hukum, menurutnya patut diduga sebagai tindakan pembangkangan terhadap hukum, terlebih lagi sampai dengan saat ini masih melakukan aktifitas pembangunan di atas tanah milik kliennya.

"Klien kami sebagai masyarakat yang taat akan hukum, hal tersebut dapat dilihat dengan adanya Laporan Kepolisian. Bahwa tindakan Asiong yang  melakukan aktifitas pembangunan diatas tanah milik Klien tanpa mengedepankan cara-cara penyelesaian secara hukum, baik di Polresta Barelang maupun di Polda Kepri," ungkap Syafruddin.

Sampai saat ini, kata Syafruddin lagi bahwa pihak perusahaan sama sekali tak memiliki itikad baik untuk mengindahkan larangan kliennya.

"Kami patut duga bahwa hal ini adalah sebagai tindakan pelecehan terhadap hak-hak klien kami sampai pihak perusahaan menghentikan kegiatan pembangunan diatas tanah milik Klien kami," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, lahan yang menjadi sengketa masih terlihat sisa sisa bangunan pabrik es milik kliennya. Namun belakangan ini lahan yang ada Pabrik es tersebut dibangaun atas nama PT Galang Island Star diatas tanah seluas 44 Hektar yang terdaftar atas nama perusahaan.

"Bahwa kami mengharapkan aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian bertindak netral dan tidak memihak,  sehingga dapat diselesaikan dengan cara-cara yang diatur oleh hukum," harapnya.

Dari pantuan di lokasi, ada dugaan Pelabuhan yang berada dilokasi lahan yang diserobot Asiong, diduga kerap digunakan sebagai tempat transit penyuludupan barang keluar dari Batam. (Al/Ag).