Wednesday, 27 June 2018

Diduga Diulur-ulur, Sidang Tuntutan JPU Terhadap Terdakwa Yong Tony Ditunda


Terdakwa Yong Tony.

Dinamika Kepri,  Batam - Agenda sidang tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Yong Tony dalam perkara dugaan kasus pencurian 2 unit kontainer di Barelang,  tidak jadi digelar atau ditunda oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa 26 Juni 2018.

Terpantau media ini sejak siangnya, Selasa (26/6),  dari dalam krengkeng jeruji besi di PN Batam, terdakwa terlihat setia menunggu sidangnya, namun sampai pada sore harinya, sidang untuk terdakwa ini tidak dilakukan hakim hingga semua tahanan dibawa kembali ke Lapas. Ada dugaan sidang tuntutan terhadap terdakwa ini diulur-ulur.

Sebelumnya di tahun 2016, terdakwa ini juga sudah pernah disidangkan di PN Batam. Saat itu, terdakwa di sidang dalam perkara dugaan penggelapan aset perusahaan PT Tata Murdaya Bersama  (TMB) bernilai milyaran rupiah.

Yong Tony dahulunya adalah Direktur formalitas di PT.TMB yang bergerak dibidang jasa penyewaan alat berat. Namun tampa sepengetahuan pemegang saham lainnya, terdakwa diduga menjual aset perusahaan PT.TMB kepeda rekan bisninya NG Paulo yang merupakan General Manager dari PT.Terminal Depo Logistik, namun karena tidak terbukti bersalah, terdakwa Yong Tony, akhirnya dibebaskan.

Ironisnya, di tahun 2018 ini, Yong Tony Bin Yong Ching Siang, kembali didudukan di kursi pesakitan (sidang=red). Terdakwa ini di sidang dalam kasus dugaan pencurian 2 unit kontainer di Barelang beberapa waktu lalu yang saat ini sidangnya tinggal menunggu tuntutan dari JPU, namun sidangnya tak kunjung dilakukan oleh Hakim PN Batam.

Melihat itu, timbul pertanyaan, apakah dalam perkara ini nantinya terdakwa akan dibebaskan juga? Menjawab itu, mungkin hanya Hakim dan Tuhan yang tahu.

Bagaimana tidak, karena perkara sidang yang dijalani oleh terdakwa Yong Tony sebelumnya dengan perkara saat ini tidak jauh beda, sebab dugaan melakukan tindak penggelapan dan pencurian adalah saudara kembar yang tidak bisa dipisahkan.

Dalam perkara dugaan pencurian 2 unit konteiner ini, terdakwa Yong Tony dijerat pidana pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHPidana atau ancaman pidana pasal 362 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana tentang pencurian.(Ag)