Tuesday, 15 May 2018

Warga Baloi Kolam Senang Dengar Tak Ada Penggusuran Selama Tahun 2018


Uba Ningan Sagilingging (baju kuning)  saat ikut melakukan unjuk rasa ke kantor BP Batam, Selasa (15/5).

Dinamika Kepri, Batam - Aksi unjuk rasa ribuan orang dari warga Baloi Kolam Batam akhirnya membubarkan diri dan merasa senang dan gembira setelah perwakilan yang melakukan rapat dengan Deputi II dan IV BP Batam membacakan hasil kesepakatan yang menyatakan bahwa di dalam tahun 2018 ini, BP Batam tidak akan melakukan penggusuran terhadap pukiman warga di Baloi Kolam dengan alasan apapun.

"Dari hasil pertemuan rapat kami tadi dengan Deputi II dan Deputi IV BP Batam, menyepakati dan ditandatangani menyatakan bahwa  BP Batam di tahun 2018 ini, tidak akan ada penggusuran. Ya tidak ada penggusuran di dalam tahun ini," kata Uba Ningan Sagilingging memastikan dengan pengeras suara dihadapan massa pengunjuk rasa di dampingi Ketua RW 16 Baloi Kolam, Diman Sinaga, Selasa (15/5/2018) siang, di depan kantor BP Batam.

Baca juga: Tuntut Cabut Alokasi Hutan Lindung Dam Baloi Kolam, Ribuan Warga Unjuk Rasa ke BP Batam

Uba Ningan yang  juga anggota komisi IV DPRD Batam itu, mengingatkan warga, kata dia jika ada pihak-pihak yang ingin melakukan upaya-upaya ingin menggusur Baloi Kolam, pintanya jangan ditanggapi sebab segala sesuatunya sejak kesepakatan hasil rapat itu ada, semua harus melalui Ketua RW 16, Damin Sinaga.

Adapun empat surat kesepakatan tersebut yakni berbunyi:

  1. Menyatakan kesepakatan untuk membuat pernyataan kepada media yang dapat menimbulkan keresahaan
  2. Menyatakan sepakat bahwa kebutuhan perumahan merupakan kebutuhan dasar manusia
  3. BP Batam dan warga Baloi Kolam sepakat bahwa pemenuhan kebutuhan pemukiman warga Baloi Kolam tersebut, harus dilakukan secara konstitusional yang artinya dilakukan dengan berpedoman pada peraturan perundang undangan yang berlaku.
  4. Sepakat untuk melakukan penyelesaian sesuai dengan tahapan penyelesain yang direncanakan.
Keempat surat kesepakatan tersebut kata Uba Ningan ditandatangani oleh Deputi II dan Deputi IV BP Batam.

Setelah mendengar hasil rapat itu dibacakan, para pengunjuk rasa lalu membubarkan diri dengan tertib sembari berteriak yel-yelnya "Manipulasi keadilan harus dilawan".(Ag)