Saturday, 12 May 2018

Walau Jelas Terlihat, Kapten Miko Natalia 88 Masih Bantah Penumpangnya Tidak Over Kapasitas


Penumpang MV Miko Natalia 88 tujuan Batam tampak berdesakan di atas kapal, Sabtu (12/5/2018) sore. 

Dinamika Kepri,  Batam - Kapal penumpang domistik MV. Miko Natalia bernomor lambung 88 yang berangkat dari Tanjung Balai Karimun menuju Batam pada pukul 15:15 WIB, memuat penumpang melebihi kapasitas, namun sang kapten kapal membantahnya seakan semua penumpangnya saat itu orang buta, Sabtu (12/5/2018).

Akibat kelebihan kapasitas penumpang itu, banyak penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk di dalam kapal.

Dampaknya bukan hanya pada penumpang dewasa saja, penumpang anak-anak juga ikut terkena imbasnya.

Kondisi penumpang di dalam kapal. 

Penumpang yang tidak mendapatkan kursi di dalam kapal, akhirnya memilih duduk di bagian luar atas kapal tepatnya di tempat penyimpanan barang penumpang.

" Ngerih kalilah pelayanan pihak kapal ini. Penumpang segini banyak dipaksa juga berlayar," ucap seorang penumpang kesal yang juga tak mendapat tempat duduk.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa dirinya jera menggunakan jasa angkut kapal itu.

"Pokoknya ini yang terakhir. Ngerih, kalau begini modelnya, ini namanya bunuh diri," ujarnya.

Pantuan media ini saat di dalam kapal, selain tempat duduk penuh terisi oleh penumpang, lorong-lorong kapal juga dipenuhi penumpang dengan menggunakan kursi plastik tambahan.

MV. Niko Natalia 88 saat berlabuh di pelabuhan domistik Sekupang, Batam, Sabtu (12/5).

Tak sampai di situ, ketika awak media ini melakukan konfirmasi mengenai berapa jumlah penumpang kepada kapten kapal, Maradona yang mengaku sebagai kapten kapal  MV. Miko Natalia 88 itu menjawab, bahwa jumlah penumpang yang dibawanya berlayar saat itu ialah sesuai dengan kapasitas kapal.

" Untuk jumlah penumpang kita saat ini sesuai dengan kapasitasnya yakni 188 orang," ujar Maradona memastikan.

Lanjutnya menambahkan, jumlah penumpang dewasa sesuai tempat duduk yang tersedia.

Kata dia lagi, keliahatan memang seperti over padahal tidak, karena penumpang saat itu lebih didominasi anak-anak, sementara anak-anak tersebut tidak ada tiketnya, dan terkadang di situlah kendalanya.

Kapten kapal itu mengatakan jumlah penumpangnya 188 orang, namun ketika dipastikan oleh awak media ini kepada salah seorang wanita petugas pemeriksa tiket penumpang di atas kapal itu yang bernama Ririn, jawabannya juga tidak singkron dengan apa yang dikatakan oleh kapten kapal.

"Ada 190 orang penumpang bang," kata Ririn sedikit seperti terlihat kebingungan.

Kesannya, jika ABK dan kapten saja tidak singkron, bagaimana mungkin kapten kapal ini dapat singkron dengan petugas syahbandar yang memberikan izin pelayarannya.

Ada dugaan oknum-oknum yang berwenang dalam hal ini di Tanjung Balai Karimun, diduga tidak begitu perduli dengan keselematan penumpang, sehingga kapal ini dapat memuat penumpang melebihi kapasitas.

Kesannya yang penting tiap bulan gajian dan pada waktunya naik jabatan walau tampa ada pengabdian.

Saat menjelang puasa ini, bisa dipastikan jumlah penumpang kapal laut akan segera meningkat dari hari-hari biasanya.

Maka itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan peran profesional kerja dari syahbandar sangat dibutuhkan untuk mengawasi kapasitas jumlah penumpang di setiap di atas kapal penumpang, sebab jika itu tidak, korban pasti akan berjatuhan.(Ag)