Thursday, 24 May 2018

Terkait Pasal yang Dikenakan kepada Pilot Malindo Air, Ini Jawaban Kasi Datun Kejari Batam


Kasi Datun Kejari Batam, Hendarsyah Yusuf Permana, SH.,MH. Sumber foto: swarakepri.com.

Dinamika Kepri, Batam - Sidang perkara Narkoba terdakwa Syahman bin Shaharuddin seorang Pilot warga Malaysia dari Maskapai Malindo Air yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 9 bulan penjara, kini menjadi bahan perbincangan di tengah masyarakat maupun kalangan media di Kota Batam.

Ini dibahas lantaran pasal dikenakan jaksa Kejari Batam kepada terdakwa pasal alternatif yakni pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang hukumannya di bawah 4 tahun penjara.

Banyak menilai pasal yang dikenakan itu tidak akan memberikan efek jera terhadap terdakwa, apalagi terdakwa adalah seorang pilot.

"Seorang Pilot harusnya steril dari penggunan Narkoba, karena jika tidak, tentu akan berpotensi mencelakakan orang lain saat melakukan penerbangan," demikian kata masyarakat mengomentari setelah membaca beritanya.

Baca juga: Miliki Sabu 1,9 Gram, Pilot Malindo Air Ini Dituntut 9 Bulan Penjara

Terdakwa Syahman bin Shaharuddin adalah hasil tangkapan BNNP Kepri di Bandara Hang Nadim saat hendak melintasi loket imigrasi pada tanggal 30 Desember 2017 lalu.

Sebelumnya terdakwa ini diamankan petugas BNNP Kepri dengan barang bukti Narkoba jenis sabu seberat 1,9 dan alat hisap bong.

Bahkan sebelum diamankan, saat itu terdakwa juga sempat berusaha membuang barang bukti ke tempat sampah yang ada di toilet Bandara, namun ketahuan petugas setelah melihat gelagatnya yang mencurigakan.

Ketika awak media ini mempertanyakan apa pertimbangan JPU mengenakan pasal alternatif yakni pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika kepada terdakwa Ahmad Syahman bin Shaharuddin, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara(Kasi Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Hendarsyah Yusuf Permana, SH mengatakan, pasal dikenakan itu yakni berdasarkan fakta persidangan.

Baca jugaNiat Ajak Istri Orang Endehoi di Hotel, Pria ini Ditangkap Polisi

"Pertimbangannya ya berdasarkan fakta persidangan," jawab Hendarsyah singkat melalui poselnya, Kamis (24/5/2018) sore.

Ketika ditanya kembali, apakah sebelum sidang dilakukan pasalnya belum dikenakan? Kasi Datun Kejari Batam ini menjawab, dari awal berkas penyidik telah dikenakan pasal 114 atau 112 atau 127.

Menurut data dari situs  http://sipp.pn-batam.go.id, terdakwa ini telah dikenakan telah pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar, namun setelah sidang dilakukan, pasalnya jadi berubah menjadi pasal 127 ayat (1) huruf (a) dengan menuntut terdakwa 9 bulan penjara. (Ag)