Wednesday, 16 May 2018

Salah Naik Kapal, Penumpang Kapal Miko Natalia 33 Teriak Histeris Lalu Pingsan


ABK Miko Natalia 33 saat menggotong seorang penumpang yang pingsan di dalam kapal, Rabu (16/5).

Dinamika Kepri, Tanjung Balai Karimun -  Diduga akibat keseriusan main Hand Phone (HP), seorang penumpang pria berinisial A tampak tidak lagi mendengarkan aba-aba dari petugas kapal MV Miko Natalia 33, sehingga kapal yang dinaikinya pun jadi salah.

Penumpang yang naik dari pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepri tujuan Selat Panjang, Riau ini pun berteriak histeris di dalam kapal setelah berjalan mengetahui bahwa kapal yang dinaikinya telah salah dengan tujuan ke Batam.

" Tolong putar kapalnya pak, saya bukan mau ke Batam, tapi mau ke Selat Panjang, tolong putar kapalnya!," katanya berteriak lalu tersungkur pingsan jatuh ke lantai kapal, Rabu (16/5/2018) siang.

Melihat penumpang tersungkur dan pingsan, dengan sigap petugas kapal lalu menggotong penumpang itu ke tempat duduknya.

Tak sampai di situ, dengan wajah pucat seperti baru melihat hantu, penumpang yang mengaku baru tiba dari Malaysia itu juga terlihat terus ngotot meminta kepada petugas ABK agar kapal diputar kembali pelabuhan Tangjung Balai Karimun, alasannya hari ini ia harus sampai di Selat Panjang karena ada urusan mendadak di kampung halamannya.

"Tolonglah antarkan saya balik ke pelabuhan Balai, tolong," katanya berulang-ulang sembari memohon.

Walau berkali-kali ia memohon, namun kapten kapal tidak menurutinya. Petugas kapal yang lain juga mengingatkan, kalau waktunya juga sudah telambat.

"Berangkat besok sajalah, lagian anda yang salah. Makanya lain kali diperhatikan. Dari tadi kami sudah berteriak-teriak yang tujuan Batam saja, tetapi anda tak mendengarkannya. Kalau sudah beginikan anda sendiri yang repot," kata petugas Kapal mengingatkan.

Pantuan media ini saat berada di atas kapal, memang sangat tidak memungkinkan jika kapal itu kembali menghantarkannya ke pelabuhan Balai Karimun, karena kapal sudah 20 menit berjalan.

"Bukan kami tidak mau membantu anda. Kalau kita balik lagi ke sana, semua penumpang ini bisa marah pada kami," kata ABK lagi mengingatkan.

Melihat kejadian ini, para penumpang juga sempat panik lantaran ada ABK yang mengatakan, kalau penumpang itu sedang berusaha bunuh diri ingin terjun ke laut.

"Bukanlah bang, aku begini karena panik saja. Ongkos saya juga pas-pasan. Saya baru datang dari Malaysia. Lima hari di sana lalu saya pulang karena ada urusan mendadak di kampung," kata penumpang nyasar itu kepada awak media ini sedih.

Saat itu ia masih terlihat seperti linglung, namun setelah salah satu rekan wartawan memberikannya bantuan berupa uang, ia pun terlihat tenang.

Setelah sampai di pelabuhan Domistik Sekupang, penumpang itu pun langsung di over ABK ke kapal lain untuk kembali ke Balai Karimun.

Gurau penumpang lain mengatakan padanya, "Malu bertanya sesat di jalan".

"Makanya dikurangin main HP itu biar konsen, bisa dengar dan tahu apa yang terjadi," pesan salah seorang penumpang mengingatkan pria itu.(Ag)