Thursday, 24 May 2018

Miliki Sabu 1,9 Gram, Pilot Malindo Air Ini Dituntut 9 Bulan Penjara


Terdakwa Ahmad Syahman bin Shaharuddin (baju merah)  dikawal petugas kejaksaan usai menjalani persidangan, di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (23/5)

Dinamika Kepri, Batam - Sidang terdakwa Ahmad Syahman bin Shaharuddin seorang pria bekerja sebagai pilot di Maskapai Malindo Air berkewarganegaraan Malaysia dalam perkara pidana kepemilikan Narkoba jenis sabu seberat 1,9 gram, hari ini digelar kembali di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (23/5/2018).

Pada sidang agenda mendengarkan pembelaan (pledoi) dari terdakwa ini, dihadiri jaksa penganti, Samuel Pangaribuan, SH, penasehat hukum terdakwa, Juhrin Pasaribu, SH membacakan pledoi yang intinya meminta hakim untuk memberi keringanan hukuman dan meminta agar terdakwa direhabilitasi di BNN.

Setelah mendengar pembelaan dari terdakwa, Wakil Ketua PN Batam Tumpal Sagala yang memimpin sidang mengatakan, akan mempertimbangkannya.

Disidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batam, Hendarsyah Yusuf Permana, SH, telah menuntut terdakwa ini dengan 9 bulan penjara.

Terdakwa Ahmad Syahman ini dikenakan pasal alternatif yakni pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pilot Maskapai Melindo Air jurusan Malaysia – Batam ini  ditangkap pada tanggal 30 Desember 2017 oleh BNNP Kepri di Bandara Hang Nadim, Batam sesaat baru tiba dari penerbangan dari Malaysia, namun setelah melewati pemeriksaan imigrasi, terdakwa melihat petugas dari BNNP Kepri sedang melakukan pemeriksaan, terdakwa saat itu terlihat merasa takut kemudian masuk ke dalam toilet. Merasa curiga, seorang petugas lalu menghampirinya dan terdakwa terlihat membuang sesuatu ke dalam tong sampah yang ada di dalam toilet.

Setelah membuang sesuatu itu, kemudian terdakwa keluar. Melihat terdakwa keluar dari toilet, petugas yang sudah curiga lalu menghapiri  dan menyuruh terdakwa melakukan pemeriksaan urine.

Tak hanya itu, petugas dari BNN juga menanyakan apa yang dibuang terdakwa ke dalam tong sampah di dalam toilet pria itu.

Lalu terdakwa mengakui kalau dia telah membuang 1 buah kaca mata warna hitam merek hummer yang di dalamnya terdapat 1  bungkus plastik bening berisi sabu seberat 1,9 gram dan seperangkat alat hisap sabu (bong).

Atas perbuatannya, terdakwa ini sebelumnya dikenakan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Itu sebelumnya, namun kini setelah perkara ini disidangkan, pasal yang dikenakan terhadap terdakwa berubah menjadi kepada pasal meringankan terdakwa yakni pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan JPU menuntut terdakwa hanya 9 bulan penjara. (Ag)