Tuesday, 22 May 2018

Langgar UU Telekomunikasi, Benyamin alias Abun Disidangkan


Ilustrasi.

Dinamika Kepri, Batam - Sidang agenda mendengarkan keterangan saksi terhadap terdakwa pemilik PT. Mega Multi Tekhnologi, Benyamin alias Abun kasus pidana penyimpanan, perdagangan atau perakitan perangkat telekomunikasi tidak bersertifikasi dan tidak memiliki izin label Standart Nasional Indonesia (SNI) dari pemerintah, hari ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (22/5/2018) pagi.

Sidang yang dipimpin hakim oleh Ketua PN Batam Syahlan dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Romondang Manurung ini,  digelar sekitar pukul 9:00 WIB pagi di ruang utama PN Batam.

Terdakwa dari hasil tangkapan tim Ditreskrimsus Polda Kepri pada hari Selasa tanggal 5 Desember 2017 lalu di Komplek Lytech Home Centre Blok A No.06 Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam Kepulauan Riau tersebut, statusnya juga tidak ditahan.

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya :

  1. 39 (tiga puluh sembilan) Picis Mega Bas A2DP Stereo Mode SC 309.
  2. 84 (delapan puluh empat) Picis Portable Wireless Speaker IPX7 water Proof.
  3. 34 (tiga puluh empat) Picis Wireless Headphone JBL B20.
  4. 88 (delapan puluh delapan) Picis Super Bas portable mini Bluetooth Speaker S303.
  5. 66 (enam puluh enam) Picis JC 210 Portable Speaker.
  6. 7 (tujuh) Picis Beats Studio STN - 13;
  7. 129 (seratus dua puluh sembilan) Picis Charge Mini 7 +.
  8. 9 (sembilan) Picis Speaker Color.

Mengenai mengapa terdakwa ini tidak ditahan, ketika dikonfirmasi kepada Kasi Pidum Kejari Batam Filfan Fajar D Laia,  SH., MH, ia mejawab, tidak dapat dilakukan karena mengacu pada pasal 21 KUHAP.

" Sesuai ancaman hukumannya, maka penahanannya tidak itu bisa dilakukan  sebagaimana diatur di pasal 21 KUHAP," jawab Filfan singkat dari Ponselnya.

Dalam perkara ini, terdakwa Benyamin alias Abun diancam pidana pasal 52 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang – undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dengan pidana
penjara paling lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp100 juta.(Ag)