Thursday, 10 May 2018

Jelang Puasa Batam Bakal Dipenuhi TKI Ilegal dari Malaysia, Ini Harapan Ketua DPRD Nuryanto


Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto,SH,MH saat memberikan sambutan pada kegiatan silaturahmi keluarga Besar DPRD Kota Batam menjelang Bulan Ramadhan 1439 H, Jumat (11/5/2018)

Dinamika Kepri, Batam – Bulan suci ramadhan (puasa) akan segera tiba. Momen tersebut tentunya akan membuat pendatang terutama para tenaga kerja indonesia (TKI), baik legal maupun ilegal asal negeri jiran Malaysia bakal memadati Kota Batam.

Sebagai kota transit, Kota Batam memang kerap ramai TKI baik menjelang puasa, jelang lebaran maupun sesudah lebaran, karena selain ada jalur resmi keluar masuk ke Malaysia, Batam juga tersedia jalur alternatifnya yakni jalur gelap dengan didukung banyak pelabuhan tikus di Kota Batam.

Menanggapi bakal padatnya pendatang TKI ilegal masuk jalur gelap (pintu belakang=red) ke Batam jelang Puasa ini, kepada pemerintah Kota Batam, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, SH.,MH meminta agar para pendatang gelap itu dapat diantisipasi karena potensinya sangat berbahaya.

"Itu tugas kita bersama. Baiknya pemerintah kita segera melakukan antisipasi sebelum hal yang tidak kita inginkan terjadi. Kasihan mereka, karena bagaimanapun mereka (TKI ilegal=red) itu adalah warga indonesia. Dan kita tak mau ada lagi korban lagi seperti kejadian yang sudah-sudah. Saya juga sangat berharapkan agar para TKI yang ingin kembali ke indonesia dapat menggunakan jalur resmi sebagaimana mestinya. Himbauan saya baiknya jangan mengunakan jalur gelap karena resikonya sangat berbahaya," kata  Nuryanto yang akrap disapa Cak Nur itu dari poselnya saat dimintai tanggapanya oleh awak media ini, Kamis (10/5/2018) sore.

Lanjut Cak Nur, pemerintah Kota Batam harus memperhatikannya para pendatang (TKI) itu dengan membuat pos-pos pelayanan, seperti pos bantuan medis memberikan fasilitas penampung sementara di penampungan dinas sosial sebelum para TKI melanjutkan perjalanannya pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Tak hanya itu, menanggapi maraknya TKI menggunakan jalur gelap masuk ke Batam yang jelas-jelas sangat membahayakan, Nuryanto kembali mengingatkan agar TKI tidak lagi melakukannya. Pesannya bagi TKI yang sudah selamat masuk ke Batam sebelumnya, harapnya tidak lagi kembali ke Malaysia jika tidak memiliki izin resmi sebagaimana mestinya.

Mengigat para TKI yang akan datang nanti itu juga rata-rata punya anak. Komisioner perlindungan Anak daerah Kepri, Ery Syarial mengatakan dirinya sangat miris ketika melihat ada TKI  kembali ke indonesia dengan membawa anak melalui jalur dari Malaysia.

"Saya sangat miris jika melihat ada TKI yang membawa anaknnya dari jalur gelap. Kita juga bukannya tidak mau melakukan yang perhatian yang lebih, seperti ingin membuat pos-pos bantuan kepada mereka saat kembali ke indonesia, bukan, karena untuk itu sudah ada di pos-posnya masing-masing, dan itu sudah dihendel oleh Dinas Sosial," kata Ery Syarial menjelaskan.

Mengenai tentang bagaimana persiapan TNI AL di Batam untuk menghadapi dugaan akan tingginya lalu-lintas tranportasi TKI ilegal asal Malaysia yang akan menggunkan jalur gelap masuk ke Batam, sekaligus bagaiman upaya TNI AL di Batam untuk menghindari terjadinya kecelakaan TKI ilegal di laut jelang puasa ini, saat dihubungi awak media ini, Komandan Lanal Batam, Kolonel Laut Iwan Setiawan, sementara tidak bisa memberikan jawabannya karena saat dihubungi, Kolonel Laut Iwan Setiawan sedang berada di atas pesawat.

Menanggapi bakal padatnya TKI masuk ke Batam jelang puasa maupun jelang lebaran ini dengan menggunakan jalur gelap, seorang aktivis yang tergabung dalam Jaringan Peduli Migran, Perlindungan Perempuan Dan Anak Kota Batam, Romo Pascal mengatakan pemerintah harus memperhatikannya.

" Yang pasti pemerintah kita harus memperhatikannya dengan serius. Sebab tidak menutupi kemungkinan TKI yang kembali mengunakan jalur gelap tersebut, dugaan kalau sebelumnya telah menjadi korban tindak trafiking. Artinya jika TKI masuk resmi, harusnya mereka juga pulang dengan jalur resmi pula. Harapan saya, sebaiknya para TKI kita itu pulang dengan jalur resmi agar selamat sampai tujuan karena sangat bahaya jika TKI menggunakan jalur gelap, dan itu juga sangat dilarang," kata Romo Pascal saat dimintai awak media ini tanggapannya.

Lanjutnya dengan berhapan, kata dia, untuk menghentikan segala aksi tindak trafiking, dibutuhkan peran semua pihak, karena itu adalah tugas bersama baik pemerintah maupun masyarakat.(Ag)