Tuesday, 15 May 2018

Alamak! Orator Demo Baloi Kolam Sebut "Lukita Benc*ng", Ini Jawaban Indra Dinan


Orator saat berorasi di depan kantor BP Batam, Selasa (15/5/2018). 

Dinamika Kepri, Batam - Diduga bercampur marah, kesal dan jengkel lantaran perwakilan demo yang melakukan pertemuan dengan dua pejabat BP Batam tak kunjung keluar dari gedung kantor BP Batam untuk memberikan jawaban, membuat seorang orator demo Baloi Kolam berteriak dengan menyebutkan Ketua BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo seorang bencong.

"Jangan takut, ayo maju semua! Cukup hanya Lukita yang jadi bencong, dia hanya memperdayai pak walikota saja," teriaknya saat orasi.

Baca jugaWarga Baloi Kolam Senang Dengar Tak Ada Penggusuran Selama Tahun 2018

Tak hanya sekali, orator itu bahkan mengucapkannya berkali-kali.

"Di BP Batam, hanya Lukita yang menjadi bencong. Kami tunggu jawaban Lukita," teriaknya lagi.

Selain mengolok-olok Ketua BP Batam, orator tersebut juga mengajak massa untuk menerobos pintu gerbang kantor BP Batam. Namun niatnya itu tidak tercapai karena penjagaan dari pihak kepolisian begitu sangat ketat dibantu dengan pengamanan Ditpam BP Batam.

Baca juga: Tuntut Cabut Alokasi Hutan Lindung Dam Baloi Kolam, Ribuan Warga Unjuk Rasa ke BP Batam

Kendati demikian olokan orator tersebut kepada ketua BP Batam, Deputi II dan Deputi IV BP Batam tetap memperhatikan dengan memberikan angin segar dengan menyepakati 4 kesepakatan untuk membantu warga Baloi Kolam.

Menanggapi tentang adanya olokan nyeleneh orator kepada Ketua BP Batam saat orasi, Indra Dinan selaku tokoh masyarakat Baloi Kolam yang mana pada saat itu juga ikut rapat dengan dua deputi BP Batam mengatakan, ucapan itu hanya spotanitas.

" Menurut saya itu hanya ucapan spontanitas saja. Wajar karena mereka merasa kesal. Siapa yang tidak kesal. BP Batam sendiri juga sempat membangun opini di media dengan mengatakan warga Baloi Kolam sudah setuju untuk dipindahkan, padahal itu tidak benar, dan bagaimana mungkin pula sedangkan Pemko Batam dan BP Batam belum pernah sekalipun duduk bersama dengan warga untuk membahasnya. Jadi sekali lagi saya katakan, ucapan itu hanya spontanitas sebagai bentuk rasa kekesalan warga kepada BP Batam," jawab Indra memastikan.

Menanggapi ada 4 kesepakatan dengan BP Batam, Indra mengatakan, itu hanya bersifat sementara karena belum ada solusi pastinya.(Ag)