Saturday, 28 April 2018

Terdakwa Yen Sen Kasus Miras Dugaan Ilegal akan Disidangkan


Ilustrasi, Tampak polisi sedang menunjukkan barang bukti Miras hasil sitaan kepada media. 

Dinamika Kepri, Batam – Sesuai penelusuran dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Batam, terdakwa Yen Sen telah masuk daftarkan sidang. Terdakwa terdaftar pada hari Rabu 25 April 2018 dengan No perkara 321/Pid.Sus/2018/PN Batam.

Kasus dugaan mengedarkan Minuman Keras (Miras) tampa izin dengan tersangka Yen Sen Direktur di PT. Asia Lestari beralamat di Komplek Bumi Indah Blok V No.61 Batu Ampar, Batam ini, sidang perdananya akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam tepatnya pada tanggal 3 Mei 2018 mendatang.

Sesuai SIIP PN Batam, tedakwa sebelumnya diamankan polisi pada hari Kamis tanggal 11 Januari 2018 sekira pukul14.00 Wib di tokonya di Komplek Bumi Indah Blok V No.61 Kelurahan Lubuk Baja Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.

Sebelum diamankan, awalnya terdakwa dihubungi oleh salah satu anggota polisi yang sedang melakukan pemeriksaan di gudang PT. Asia Lestari di Jalan Raja Ali Haji Komplek Sumatera Blk C No.15 Kelurahan Seraya Kecamatan Batu Ampar Kota Batam.

Dari panggilan itu, terdakwa tiba di gudang tersebut, setelah anggota polisi yaitu saksi bernama Rahmat Iksan menunjukkan surat tugas penangkapan kepada terdakwa.

Setelah itu, polisi kemudian melakukan pemeriksaan di gudang milik Yansen.
Saat pemeriksaan polisi menemukan pangan olahan berupa minuman alkohol berbagai merek yang tidak memiliki izin edar atau belum mendapatkan persetujuan pendaftaran dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

Adapun barang yang bukti Miras berbagai merek yang ditemukan Polisi di gudang PT. Asia Lestari antara lain:
  1. 22 (dua puluh dua) dus minuman beralkohol merek Bacardi
  2. 32 (tiga puluh dua) minuman beralkohol merek smirnoff
  3. 15 (lima belas) minuman beralkohol merek Bols Amsterdam
  4. 40 (empat puluh) minuman beralkohol merek Chivas Regal 12
  5. 6 (enam) dus minuman beralkohol merek Martell V.S.O.P
  6. 30 (tiga puluh) dus minuman beralkohol merek Chivas regal 18
  7. 30 (tiga puluh) minuman beralkohol merek Gordons
  8. 5 (lima) dus minuman beralkohol merek Malibu
  9. 2 (dua) dus minuman beralkohol merek Jameson
  10. 10 (sepuluh) dus minuman beralkohol merek Carlo Rossi
  11. 2 (dua) dus minuman beralkohol merek Vaccari
  12. 5 (lima) dus minuman beralkohol merek Red Label
  13. 2 (dua) dus minuman beralkohol merek Tequila Reposado
  14. 5 (lima )dua minuman beralkohol merek Black Label
Sedangkan Miras dari di toko PT. Asia Lestari di Komplek Bumi Indah Blk V No.61 Kelurahan Lubuk Baja Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, polisi menemukan barang bukti  antara lain :
  1. 2 (dua) dus minuman beralkohol merek Vaccari
  2. 2 (dua) dus minuman beralkohol merek Myers
  3. 2 (dua) dus minuman beralkohol merek Black Label
  4. 2 (dua) dus minuman beralkohol merek Vaccari
  5. 5 (lima) dus minuman beralkohol merek Red Label
  6. 2 (dua) dus minuman beralkohol merek Tequila Reposado
Menanggapi maraknya peredaran Miras tak berizin di Kota Batam, seorang pemerhati hukum, Amir Mahmud Lubis, S.Ag., MH., C.L.A mengatakan, para pelakunya harus di hukum berat.

" Untuk efek jeranya, Hakim harus berani menghukum berat para pelakunya," kata Amir Mahmud.

Atas perbuatannya, terdakwa Yen Sen dikenakan Pasal142 Jo Pasal 91 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan hukuman paling lama 2 tahun penjara dan denda Rp 4 miliar.(Ag)