Tuesday, 10 April 2018

Soal Sengketa Hotel BCC, Conti Candra Bersaksi


Conti Candra saat bersaksi di PN Batam, Selasa (10/4).
Dinamika Kepri, Batam - Sidang terdakwa Tjipta Fudjiarta perkara sengketa hotel BCC dengan Conti Candra, hari ini kembali digelar  di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (10/4/2018) siang.

Sidang pemeriksaan saksi ini menghadirkan 3 orang saksi korban yakni Conti Candra, Aron Constantin dan Istri saksi.

Dalam keterangannya, Conti Candra mengatakan, ia melaporkan terdakwa Tjipta Fudjiarta ke polisi karena terdakwa telah menipunya mentah-mentah dengan cara memalsukan dokumen kepemilikan Hotel BCC.

"Saya melaporkan saudara Tjipta Fudjiarta ke polisi karena saya merasa telah ditipunya," jawab Conti Candra menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU).

Katanya lagi, pihak terdakwa juga pernah mengusirnya dari Hotel BCC yang dibangunnya itu dengan menggunakan jasa oknum tentara.

" Saat berada di hotel itu, saya juga pernah diusir paksa oleh oknum tentara. Saya ditarik, sampai leher saya merah. Katanya saya tidak ada hak lagi di hotel tersebut," kata Conti saat bersaksi dipersidangan.

Kata saksi, awal perkenalannya dengan terdakwa bukanlah sesuatu yang diinginkannya. Namun karena terdakwa menawarkan bantuan dana untuk membantunya melanjutkan pembangunan hotel BCC saat itu, ia meresponnya dengan baik dan menerima tawaran dari terdakwa.

Saat itu, terdakwa memberikannya bantuan pinjaman dana Rp 27,5 Miliar tampa ada perjanjian apapun.

" Setelah perkenalan, terdakwa memberikan saya pinjaman Rp 27,5 Miliar. Pinjaman itu diberikan tampa ada perjanjian apapun. Kepada saya saat itu, terdakwa menagatakan mau memberikan pinjaman kepada saya, karena istrinya dan istri saya, masih sepupuh. Dan itu benar, makanya saat itu saya penuh percaya kepada terdakwa. Bahkan saat itu pun saya menganggap terdakwa ini adalah sebagai malaikat penolong, sebab saat itu, saya memang sangat membutuhkan dana untuk melanjutkan pembangunan hotel BCC. Tapi harapan jadi terbalik, malah begini yang terjadi," kata saksi lagi.

Mendengar setiap pernyataan dari saksi Conti Candra, terdakwa yang duduk di samping kuasa hukumnya, tampak senyum-senyum saja.

Begitu juga dengan saksi, terlihat dengan lugas memberikan setiap jawaban yang ditanyakan.

Sampai berita ini dimuat pada pukul 16:30 WIB, saksi Conti Candra masih duduk bersaksi dipersidangan dengan menjawab setiap pertanyaan yang ditanyakan oleh JPU, Majelis Hakim dan kuasa hukum terdakwa kepadanya.

Dalam perkara ini, terdakwa Tjipta Fudjiarta dijerat dengan pasal berlapis di antaranya pasal 378 KUHP tentang penipuan, pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan pasal 266 tentang pemalsuan surat-surat terhadap akta otentik, dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.(Ag)