Friday, 20 April 2018

Samsul TKI yang Selamat Ucapkan Terimakasih Kepada Polisi


Samsul, salah satu TKI yang diselamatkan oleh petugas Ditpolairut Polda Kepri dari Selat Singapura. 

Dinamika Kepri, Batam - Samsul (30) warga Lombok salah satu dari 101 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang di selamatkan oleh petugas Ditpolairut Polda Kepri, mengucapkan terimakasih.

" Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada bapak dan abang-abang polisi yang cepat datang menolong kami. Seandainya jika polisi tidak lansung datang menolong kami, mungkin saya tidak bisa bayangkan apa yang terjadi. Terimakasih buat bapak dan abang-abang polisi, Ya sekali lagi saya ucapkan terimakasih," kata Samsul saat di Mako Ditpolairut Polda Kepri, Sekupang Batam, Jumat (20/4) sore, sebelum menaiki Bus menuju kantor Imigrasi Batam.

Ketika ditanya mengapa ia pulang memilih jalur gelap, jawabnya karena paspornya ditahan oleh majikannya di Malaysia.

"Saya naik kapal itu karena paspor saya ditahan majikan di Malaysia," kata dia.

Menurut pengakuan Samsul, Ia sudah bekerja 2 tahun di Malaysia. Ia pulang ke indonesia karena tidak lama lagi bulan suci ramadhan.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs. S Erlangga.
Ada dugaan Samsul pergi ke Malaysia menggunakan paspor melancong,  lalu sesampainya di Malaysia seperti yang lain,  lalu sengaja menghilangkan paspornya dengan tujuan jika sesewaktu tertangkap oleh polisi Diraja Malaysia bisa mendapat pengampunan.

"Biasanya modusnya sama, para TKI yang masuk ke Malaysia itu biasanya menggunakan paspor melancong, lalu setelah masa visanya habis, mereka bukannya pulang tapi memilih bertahan. Lalu ketika ingin pulang ke indonesia, mereka lalu memilih jalur ilegal," kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs. S Erlangga saat ikut melakukan konferensi Pers di Mako Ditpolairut Polda Kepri, Sekupang Batam.

Tak hanya Kombes Pol Drs. S Erlangga, Kepala Bidang Humas Kantor Imigrasi Kelas I Batam, Irwanto Suhaili, juga membenarkannya jika para TKI yang masuk ke Malaysia kerap menggunakan modus yang sama, yaitu masuk dengan paspor dengan melancong, setelah habis visa,  lalu pulangnya memakai jalur ilegal (pintu belakang=red).

Pada hari Kamis (19/4) sekitar 3:30 Wib kapal yang ditumpangi Samsul dengan TKI lainnya, terombang-ambing di Selat Singapura karena kehabisan bahan bakar.

Saat itu ia dari Malaysia dengan tujuan Batam, mamun dalam perjalanan mengalami masalah.

Atas kejadian itu, 5 crew kapal yang nyaris membuat mereka celaka, juga telah dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian. (Ag)