Saturday, 28 April 2018

Ini Tanggapan Pemerhati Hukum Soal Kasus Miras di Batam


Pemerhati hukum, Amir Mahmud Lubis, S.Ag., MH., C.L.A.

Dinamika Kepri, Batam – Menanggapi maraknya kasus peredaran minuman keras (Miras) tak berizin di Kota Batam, hingga Pengadilan Negeri (PN) Batam sudah menyidangkan 4 orang sebagai pelakunya, seorang praktisi hukum, Amir Mahmud Lubis, S.Ag., MH., C.L.A mengatakan, katanya jika Batam ingin bersih dari tindakan yang merugikan bagi negara tersebut, Hakim harus berani menghukum para pelakunya dengan hukuman yang berat.

"Efek jeranya ya itu,  hakim harus berani menghukum pelakunya dengan hukuman yang berat sesuai dengan pasal yang dikenakan," kata Amir menanggapi, Sabtu (28/4/2018).

Menurutnya, posisi letak geografis pulau Batam yang berhadapan langsung dengan 3 negara adalah suatu magnet tersendiri bagi para pelaku untuk menyeludup Miras ke Batam.

Kata dia, agar negara dapat terhindar dari kerugian besar akibat aksi lundup Miras tersebut, harapnya Bea Cukai (BC), TNI AL dan Polairut seniantiasa tetap bersinergi menjaga perbatasan untuk menyempitkan ruang gerak para penyelundup Miras.

Tak hanya itu, melihat banyaknya pelabuhan tikus tersebar di Batam, kata dia itu juga adalah salah satu membuat penyeludup tetap eksis di Batam, dan memungkin sulit untuk diberantas.

Dia juga menduga, walau sudah banyak tertangkap, tidak menutup kemukinan ada pemain Miras lain yang mungkin partainya lebih besar dari sebelumnya.

Mengenai sudah banyaknya pelaku lundup Miras yang sudah disidangkan, Amir mengatakan terimakasih kepada semua aparat yang sudah bersusah payah mengungkapnya.

" Atas kinerjanya aparat khususnya kepada pihak kepolisian yang gencar dalam hal ini, saya pribadi mengucapkan "Bravo" buat polisi kita," katanya lagi.

Sebelum mengakhiri, Amir Mahmud kembali mengatakan harapannya, agar PN Batam dapat mengadili para pelaku dengan seadil-adilnya, memberikan hukuman berat sebagai efek jera,  baik kepada si pelaku sendiri maupun efek jera kepada yang lainnya.(Ag)