Monday, 9 April 2018

Firman Pengedar Obat Pil PCC di Pasar Pujabahari Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara


Terdakwa Firman (kiri) saat digiring petugas keluar dari ruang sidang. 

Dinamika Kepri, Batam - Firman bin Dahrin terdakwa perkara kepemilikan 90 butir Pil obat PCC yang ditangkap di Pasar Puja Bahari pada waktu lalu, hari ini disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (9/4/2018) siang.

Pada sidang perdana mendengarkan keterangan saksi dan periksaan terdakwa ini, terdakwa Firman didampingi oleh kuasa hukumnya, Juhrin Pasaribu, SH.

Sesuai mendengarkan keterangan saksi penangkap, dihadapan majelis hakim ketika ditanya kuasa hukumnya, apakah terdakwa menyesali perbuatannya, terdakwa menjawab, sangat menyasalinya.

Kronologisnya, pada hari Jum’at tanggal 09 Februari 2018 sekira pukul 14.00 Wib, pihak Kepolisian Polsek Lubuk Baja Kota Batam menerima informasi dari masyarakat mengenai terkait adanya peredaran dan transaksi jual beli pil/tablet PCC di Pasar Pujabahari, Lubuk Baja Kota Batam.

Kemudian petugas polisi bernama Surya Purnomo bersama Heri Sinambela dan saksi Yuniaro Zebua  mendatangi Pasar Pujabahari Lubuk Baja Kota Batam.

Sesampainya di lantai dasar Pasar para saksi melihat seorang laki-laki yang ciri-cirinya sama yang seperti yang dinformasikan. Terdakwa Firman  pada saat itu ditemukan sedang berjalan kaki.

Lalu saksi Surya Purnomo, saksi mendekati terdakwa sambil memperkenalkan diri dari pihak kepolisian, setelah itu menyuruh terdakwa untuk mengeluarkan seluruh isi saku celana yang terdakwa kenakan.

Saat diperiksa, dari saku celana depan sebelah kiri yang terdakwa gunakan, polisi memukan 9 bungkus plastik berisikan 90 butir pil/tablet merk PCC dan selanjutnya Pil PCC itu disita karena tidak memiliki izin edar dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Terhadap 9 bungkus plastik yang berisikan 90 butir tablet merk PCC tersebut, terdakwa mengaku membelinya dari seseorang bernama Heri (DPO) pada hari Kamis tanggal 08 Februari 2018 sekira pukul 20.30 Wib di Pasar Pujabahari.

Awalnya terdakwa mengaku membeli sebanyak 13 bungkus plastik berisikan 130 butir pil/tablet merk PCC dengan harga Rp 650 ribu kemudian pada hari Jumat tanggal 09 Februari 2018 sekira pukul 13:30 Wib di Pasar Pujabahari terdakwa menjual 4 bungkus plastik yang berisikan 40 puluh butir merk PCC kepada Mr. X (DPO) dengan harga Rp. 240 ribu.

Dari Firman, selain menyita barang bukti obat PCC, polisi juga menyita barang bukti berupa 4  lembar uang pecahan Rp 50 ribu, 2  lembar uang pecahan Rp 20 ribu dan 1 unit Handphone Nokia 105 warna hitam.

Berdasarkan surat Keputusan Kepala BPOM Republik Indonesia Nomor HK.04.1.35.07.13.3856 tahun 2013 tentang perubahan atas Keputusan Kepala BPOM Nomor HK.04.1.35.06.13.3535, menerangkan bahwa obat-obatan yang mengandung Carisoprodol tidak boleh diedarkan.

Atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 Undang-undang (UU) Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara.

"Terdakwa dikenakan UU tentang kesehatan dengan maksimal 15 tahun penjara," kata Juhrin usai persidangan.(Ag)