Friday, 20 April 2018

Ditpolairut Polda Kepri Selamatkan 101 Orang TKI Ilegal dan 5 Crew Kapal, Begini Kronologisnya


Dirpolairut Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta T. S.I.K., M.Si.

Dinamika Kepri, Batam - Dirpolairut Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta T, didampingi Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs. S Erlangga dan Kepala Bidang Humas Kantor Imigrasi Kelas I Batam, Irwanto Suhaili, menggelar konfrensi Pers tentang kronologis penyelamatan 101 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari laut lepas Selat Singapura pada hari Kamis (19/4) kemarin.

Konfrensi Pers ini digelar di Mako Ditpolairut, Sekupang, Batam, Jumat (20/4/2018) sore, dengan menghadirkan para TKI dan 5 tersangka yang terdiri dari ABK dan Kapten kapal. 

Demikian Dirpolairut Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta T menerangkan kronologisnya kepada media.

Pada hari Kamis tanggal 19 April 2018 sekira pukul 03.30 Wib, pada saat Kapal Patroli Polisi XXXI -1005 Ditpolairud Polda Kepri melaksanakan Patroli disekitar perairan Selat Singapura, menerima informasi dari Police Coast Guard Singapura, bahwa mereka telah menemukan dan mengamankan 1 unit Speed Boat warna abu – abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk dengan membawa penumpang TKI ilegal sebanyak 101 orang dan 5 orang Crew kapal berlayar dari Johor Malaysia tujuan Indonesia.

Kapal tersebut dikabarkan telah mengalami kehabisan BBM (Bahan Bakar Minyak) dan hanyut terombang-ambing memasuki perairan Indonesia dan mendekati dengan perairan perbatasan Singapura.

Atas temuan itu, selanjutnya pihak PCG (Police Coast Guard) Singapura meminta Kapal Patroli Polisi XXXI  –  1005 Ditpolairud Polda Kepri untuk melakukan penmenjemputan di koordinat 01o18’686” LU  –  104o25’ 209” BT.

Mendengar informasi itu, Kapal Patroli Polisi XXXI  –  1005 Ditpolairud Polda Kepri, lalu bergerak menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk melakukan evakuasi terhadap TKI, namun dikarenakan banyaknya penumpang diatas Speed boat tersebut, Kapal Patroli Polisi XXXI –1005 Ditpolairud Polda Kepri  tidak mampu untuk mengevakuasi seluruh  TKI, maka Komandan Kapal Patroli Polisi XXXI  – 1005 Ditpolairud Polda Kepri, lalu melaporkan hal tersebut kepada Dirpolairud Polda Kepri.

Selanjutnya Dirpolairud Polda Kepri memerintahkan Kapal Sea Rider Ditpolairud Polda Kepri, Kapal Patroli Polisi Baladewa  –  8002 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri BKO Polda Kepri dan Kapal Patroli Polisi Bangau – 5006 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri BKO Polda Kepri untuk membantu mengevakuasi 1 unit speed boat warna abu-abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk yang membawa TKI tersebut.

Kemudian sekira pukul 09.00 Wib Kapal Sea Rider Ditpolairud Polda Kepri, Kapal Patroli Polisi Baladewa  – 8002 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan Kapal Patroli Polisi Bangau – 5006 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri tiba di TKP dan mengamankan 1 unit Speed Boat warna abu-abu bermesin tempelmerk Yamaha 4 x 200 Pk dengan  membawa seluruh penumpang TKI berjumlah 101 orang dan Crew kapal sebanyak 5 orang.

Setelah itu, para TKI Speed Boat berikut crew kapal, dibawa menuju pelabuhan Batu Ampar Batam, kemudian sekira pukul 14.00 Wib seluruh TKI  dibawa kemali menuju Mako Ditpolairud Polda Kepri guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelum mengakhiri, Kombes Pol Benyamin juga mengatakan, bahwa terhadap ke 5 tersangka berinisial HT alias H selaku Nakhoda, ART alias R selaku ABK, MY alias Y Selaku ABK, Z selaku ABK, dan YR selaku ABK tersebut, akan dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 120 Ayat (1) UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Pasal 219 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran dan Pasal 323 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.(Ag)