Monday, 30 April 2018

Ditpam Minta Bongkar, Ibu Sinaga: Ya, Asalkan Kerugian Saya Diganti


Pegawai Pemko Batam dan Ditpam BP Batam saat melakukan pengecekan surat izin pembangunan rumah di hutan lindung Patam Lestari, Senin (30/4/2018) pagi.

Dinamika Kepri, Batam - Bersama Pegawai Pemko Batam dan salah satu perangkat RT Patam Asri dibantu Ormas Senkom Mitra Polri yang ada di Patam Lestari, petugas dari Ditpam BP Batam melakukan pengecekan surat izin pembangunan 1 rumah di hutan lindung tepatnya di seberang jalan depan rumah toko (Ruko) Perumahan Siriaon Indah di Kelurahan Patam Lestari, Sekupang, Batam, Senin (30/4/2018) pagi.

Kedatangan para petugas ini pun, sontak mengagetkan orang yang sedang membangun rumah semi permanen tersebut, begitu juga dengan pemilik rumah. Tak banyak cerita, petugas Ditpam pun langsung menanyakan dasar izin membangunnya.

Kepada petugas, pemilik rumah lalu menunjukan lembaran surat izinnya. Kertas berkop logo BP Batam itu dibaca dan terlihat ada tandatangan dari oknum pegawai BP Batam dikeluarkan pada tahun 2018.

" Ini suratnya, kami punya izin bangun rumah di sini," kata ibu Sinaga pemilik rumah yang mengaku belum lama di Batam itu.

Menurut yang tertera di dalam surat, izin yang dberikan tersebut bukanlah untuk membangunan rumah melainkan izin tempat untuk menjual bunga atau membuat taman bunga.

" Iya benar ada izinnya, tapi ini kan bukan untuk membangun rumah seperti ini ! lihat di sini dibunyikan, izin untuk tempat taman bunga, bukan membangun rumah," kata petugas Ditpam menjelaskan kepada Ibu Sinaga.

Tak hanya itu, petugas Ditpam juga memberikan waktu tenggang agar pemilik rumah segera membongkar bangunan tersebut dengan alasan karena tidak sesuai dengan izinnya.

" Karena tidak sesuai dengan izinnya, baiknya dibongkar saja. Bukan apa-apa, karena jika ini dibiarkan, yang lain juga pasti akan ikut melakukannya." katanya lagi.

Pantuan media ini, petugas saat itu hanya tampak memberikan peringatan kepada pemilik rumah dengan harapan agar pemiliki rumah segera membokar bangunan dan menjalankan sesuai izin yang diterima.

Kepada media ini, Ibu Sinaga dua anak itu juga mengatakan, bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui bagaimana seluk beluk soal aturan lahan di Batam.

" Saya tahunya ada izinnya, makanya saya bangun. Kami juga baru di Batam ini dan tidak tahu soal lahan di Batam. Sebelumnya kami di Bandung. Adik saya yang mengurus surat itu ke BP Batam," ucapnya sedih.

Ketika ditanya berapa dana yang sudah dihabiskannya untuk membangun rumahnya itu, jawabnya sudah Rp 25 juta.

" Dari mulai urus suratnya sampai bangun ini, saya sudah habis sekitar Rp 25 juta, karena untuk suratnya saja sudah Rp 15 juta, kalau untuk bangunan ini, saya sudah habis  Rp 10 juta. Saya bersedia membongkar dan meninggalkan tempat ini, asalkan kerugian saya dikembalikan, enggak apa-apa!," katanya mengakhiri.(Ag)