Thursday, 19 April 2018

20 Tahun Keluhkan Asap, Namun Tidak Ada yang Peduli

 

Kepulan asap menjelang pagi. 
Dinamika Kepri, Batam - Warga Perumahan Komplek Bengkong City sangat mengeluhkan pencemaran udara karena asap dari aktifitas pembakaran yang dilakukan oleh 1 dari 3 perusahaan yang sangat berdekatan dengan perumahaan. Tak tanggung-tanggung,  warga perumahan ini sudah 20 tahun mengeluhkannya namun tidak ada pihak manapun yang mau peduli untuk menanggapinya. 

Ketiga perusahaan tersebut yakni, PT. Golden Bintangur Timber, PT. Batam City Poin dan PT. Bintang Sejati. 

Dari 3 perusahaan tersebut, salah satunya tiap malam rutin melakukan pembakaran sehingga asap tebal yang ditibulkannya, mencemari pemukiman sekitar.

"Tidak bisa dipastikan PT mana yang melakukan pembakaran itu, tapi rutin tiap malam membakar. Yang saya ketahui ada 3 perusahaan di dalam satu komplek itu dan memang sulit dimasuki oleh siapapun, kecuali memang orang yang berkepentingan di dalamnya. Kalau saya lihat seperti ada yang ditutupi," kata salah seorang warga Perumahan Komplek Bengkong City kepada beberapa awak media, Rabu (19/4/2018) malam.


Kendati katanya sudah berkali-kali dikomplin dan dilaporkan ke perangkat RT/RW, Lurah dan Camat setempat, namun satu pun tidak ada yang ditanggapi oleh pihak perusahaan. 

"Cerita komplin, capeklah kami, sudah berkali-kali perusahaan itu di komplin, baik dari RT/RW, Lurah dan Camat, tapi satupun tidak ada yang ditanggapi pihak perusahaan, semua dianggap bagaikan angin lalu saja," katanya lagi. 

Warga menduga pemilik perusahaan tersebut sangat kebal hukum, punya banyak dekingan sehingga hukum manapun di dunia ini tak akan mampu untuk memberikannya sanksi hukum .

Menurut warga lagi, pihak perusahaan juga sangat pintar mengelabui masyarakat sekitar dengan melakukan pembakaran di malam hari dan berakhir di pagi hari.

"Selama 20 tahun saya tinggal di perumahan ini, ya beginilah kondisinya kalau sudah malam sesak rasanya bernafas. Mereka juga pintar mengelabui masyarakat di sini. Mereka sengaja malam membakar baru paginya dipadamkan agar asapnya tidak kelihatan. Saya juga tidak tahu apa yang dibakar di dalam, yang jelas asapnya hitam pekat, uapnya menyegat dan baunya buat kita sesak untuk bernafas. Padahal di komplek ini banyak anak-anak. Tapi mereka sedikitpun tak perduli," ungkapnya.

Sebelum mengakhiri perbincangan dengan para awak media, para warga di Perumahan Komplek Bengkong City tersebut sangat berharap katanya ada pihak-pihak yang peduli dengan nasib mereka.

" Ya harapan kami kalau bisa, ada pihak yang bisa menanggapi keluhan kami ini bagaimana solusinya, agar kami warga di sini bisa tetap bertahan hidup. Kami tak meminta perusahaan itu untuk ditutup, ya kalau bisa cerobong asapnya ditinggikan, bila perlu jangan lagi membakar-bakar, tolong kasihanilah kami," kata warga.

Pantuan para awak media di lokasi sekitar perumahaan, terlihat debu-debu yang dibawa asap, menempel mengotori teras rumah dan kendaraan yang terparkir diluar rumah.

Mengetahui kejadian 20 tahun mengeluh asap namun tidak ditanggapin ini, tampak negeri ini sudah seperti negeri antah berantah. Yang kuat bertahan, yang lemah tertindas.

Semua bicara keadilan, bicara penegakan hukum, bicara hak dan kewajiban, namun untuk bernafas saja warga ini sulit rasanya.(Ag)