Thursday, 15 March 2018

Tim WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam Berhasil Ungkap Penyeludupan Daging Sapi Ilegal


Tim Gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dan Lanal Batam melakukan foto bersama sekaligus menunjukkan barang bukti daging sapi ilegal kepada media.

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Tim Gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dan Lanal Batam berhasil mengungkap penyeludupan barang ilegal berupa daging sapi didalam 4 kontainer yang dibawa  kapal LCT Niaga Samudera 8 dari Singapura tujuan Batam, Kamis (15/3/2018).

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R. Eko Suyatno, SE, MM mengatakan, pengungkapan berdasarkan laporan intelijen dua bulan sebelumnya.

"Kapal dari Singapura membawa barang ilegal dengan tujuan Batam," ucap R.EKo.

Selanjutnya Tim Gabungan WFQR IV dan Lanal Batam melakukan pengembangan dan melakukan patroli di beberapa sektor yang telah ditentukan
menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) dan Patroli Keamanan Laut (Patkamla).

"Didapati Kapal LCT Niaga Samuder 8 yang mengangkut 12 kontainer oleh KAL Nipah di Perairan Sambu Belakang pada (8/3) lalu," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, 12 kontainer yang diangkut LCT Niaga Samudera 8 diduga tidak sesuai dengan daftar manifest muatan.

Selanjutnya KAL Nipa mengawal kapal LCT Niaga Samudera 8 menuju pelabuhan Roro Sekupang untuk dilakukan pengecekan muatan yang berada didalam kontainer.

Sebelum pengecekan, Tim WFQR IV dan Lanal Batam terlebih dahulu melakukan kordinasi dengan BC Batam. Hasil kordinasi BC Batam menyampaikan bahwa kontainer yang dibawa LCT Niaga Samudera 8 statusnya adalah jalur hijau artinya barang yang dibawa sesuai manifest muatan.

Selanjutnya Tim WFQR IV dan Lanal Batam kontainer yang sudah menadapat Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) dari BC Batam tetap dikawal sampai ke gudang tempat pembongkaran yakni 2 kontainer.

"PT. Martindo Fine Food dan 2 kontainer ke gudang PT. Kharisma Karya Kartika," tambahnya.

Saat dilakukan pengecekan oleh karyawan perusahan, diketahui bahwa muatan yang berada didalam kontainer adalah daging sapi asal Asutralia.

Muatan tersebut tidak sesuai dengan daftar manifest yaitu kentang goreng beku. Kemudian 4 kontainer langsung diberi police line olah Tim WFQR IV dan Lanal Batam untuk proses lebih lanjut.

R Eko juga menyampaikan bahwa kontainer menmanfaatkan jalur hijau sebagai lalu-lintas bagi penyeludupan. Ia akan terus melakukan patroli secara rutin guna meminimalisir masuknya barang ilegal ke Kepulauan Riau.(Ril)